SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Empat calon siswa Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMA di Kota Solo mengundurkan diri jelang dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026. Meski demikian, Pemerintah Kota Solo memastikan kuota tetap terisi penuh dengan kehadiran peserta pengganti.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan bahwa keempat siswa yang mundur telah digantikan oleh peserta cadangan sehingga jumlah total siswa tetap 200 orang.
“Ada empat calon siswa Sekolah Rakyat yang mundur. Sekarang sudah ada penggantinya, jadi kuota tetap utuh,” jelas Respati, Kamis 10 Juli 2025.
Menurutnya, pengunduran diri tersebut dilatarbelakangi alasan keluarga karena siswa ingin mengikuti orang tua mereka ke luar kota. Kendati begitu, Respati memastikan pembukaan Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai jadwal pada Senin, 14 Juli 2025.
Sekolah Rakyat SMA Solo akan bertempat di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres. Program ini digagas Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa dari kelompok rentan.
Selain pendidikan gratis, siswa juga akan mendapatkan fasilitas laptop dan makan tiga kali sehari. Pengajar di sekolah ini dikirim langsung oleh Kemensos dan telah melalui pelatihan serta pembinaan sebelumnya.
Kepala Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, dr Nova Dwiyanto Suli, menuturkan seluruh kuota siswa tahun ajaran ini telah terisi penuh. Sebanyak 200 siswa dibagi dalam delapan rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa.
“Fasilitas asrama tersedia lengkap dengan kamar tidur, kamar mandi, serta makan gratis tiga kali sehari. Jumlah guru 17 orang ditambah satu kepala sekolah,” ujar Nova.
Nova berharap Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo dapat menjadi percontohan pendidikan inklusif dan berkelanjutan bagi daerah lain di Indonesia.
“Semua kebutuhan siswa ditanggung Kemensos. Harapannya, SRMA 17 Solo bisa menjadi model pendidikan inklusif yang layak ditiru,” pungkasnya.(KS01)