Sabtu, 13 Juni 2026

Cemburu, Pesinetron Diduga Peras Pasangan Sesama Jenis dengan Ancaman Video Syur

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 3 Juli 2025 | 13:30 WIB
Cemburu, Pesinetron Diduga Peras Pasangan Sesama Jenis dengan Ancaman Video Syur. (KlikSoloNews/ilustrasi)
Cemburu, Pesinetron Diduga Peras Pasangan Sesama Jenis dengan Ancaman Video Syur. (KlikSoloNews/ilustrasi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Seorang pria berinisial MR, yang diketahui merupakan aktor sinetron, ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap pasangannya sendiri. Uniknya, hubungan keduanya merupakan hubungan sesama jenis, dan motif pemerasan diduga karena faktor cemburu.

Kasus ini diungkap oleh Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, yang menyebut bahwa tersangka MR merasa sakit hati setelah mengetahui pasangannya, IMT, bermesraan dengan pria lain. Akibatnya, MR mengancam akan menyebarkan foto dan video pribadi mereka jika tidak diberi uang.

“MR mengancam akan menyebarkan foto bugil dan video hubungan sejenis bersama korban,” kata Pengky saat dikonfirmasi, Rabu 2 Juli 2025.

MR diduga meminta uang sebesar Rp20 juta dari IMT sebagai "tebusan" agar konten pribadi mereka tidak disebarluaskan. Ancaman tersebut akhirnya dipenuhi oleh korban karena khawatir reputasinya akan hancur.

“Motifnya karena cemburu, kesal, diduga korban memiliki pria idaman lain,” jelas Kapolsek.

Pihak kepolisian menyebut bahwa nilai kerugian dari peristiwa ini mencapai Rp20 juta. MR pun resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.

Meski identitas lengkap pelaku belum diungkap ke publik, Kapolsek membenarkan bahwa MR merupakan seorang publik figur yang dikenal lewat sinetron.

Kasus ini pun langsung menyedot perhatian karena melibatkan figur terkenal dan relasi asmara sesama jenis, yang masih menjadi isu sensitif di masyarakat.

“Iya betul, infonya selebritis,” ujar Pengky saat dikonfirmasi.

Saat ini, penyidik dari Polsek Cempaka Putih masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain serta potensi penyebaran konten yang telah dilakukan oleh pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga privasi digital, terlebih dalam hubungan yang melibatkan konten sensitif.

Pemerasan berbasis konten pribadi kini semakin marak, dan masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menyimpan dan berbagi dokumentasi pribadi, bahkan kepada pasangan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X