Sabtu, 13 Juni 2026

Gandeng Fujian, Jateng Jalin Kemitraan Strategis Bidang Maritim dan Investasi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 24 Juni 2025 | 15:26 WIB
Gandeng Fujian, Jateng Jalin Kemitraan Strategis Bidang Maritim dan Investasi. (KlikSoloNews/dok pemprov jateng)
Gandeng Fujian, Jateng Jalin Kemitraan Strategis Bidang Maritim dan Investasi. (KlikSoloNews/dok pemprov jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Fujian, China, resmi memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Fujian Lin Ruiliang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa 24 Juni 2025.

Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kerja sama dengan Fujian telah terjalin sejak 2003 dalam kerangka sister province, dan kini terus diperluas mencakup sektor ekonomi, pariwisata, serta penguatan industri kemaritiman.

“Hari ini kami menerima kunjungan Wakil Gubernur Fujian dan Wakil Wali Kota Zhangzhou untuk melanjutkan dan memperkuat kerja sama yang sudah terjalin dua dekade lebih. Kami ingin membangun kerja sama yang lebih konkret dan berdampak,” ujar Luthfi.

Penandatanganan kerja sama bidang kelautan dilakukan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Endi Faiz Effendi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fujian Yan Zhihuang.

Fokus utama meliputi transfer teknologi budidaya dan pengolahan hasil laut, peningkatan kualitas SDM perikanan, serta mitigasi bencana kemaritiman.

“Ada pula ruang untuk kerja sama investasi industri kelautan, termasuk peluang industri pengolahan, logistik hasil laut, hingga teknologi penangkapan ikan,” terang Endi.

Pertumbuhan Produksi Perikanan dan Ekspor yang Signifikan
Endi memaparkan bahwa produksi kelautan dan perikanan di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.

Produksi perikanan tangkap meningkat dari 309.759 ton (2018) menjadi 379.124 ton (2024), sedangkan produksi budidaya melonjak dari 623.945 ton menjadi 732.480 ton di periode yang sama.

Komoditas unggulan Jateng seperti nila, lele, udang vaname, bandeng, dan gurame terus mendominasi pasar, baik domestik maupun ekspor. Negara tujuan ekspor utama antara lain China, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Malaysia.

“China merupakan mitra ekspor terbesar, termasuk untuk produk olahan dan ikan segar. Tahun ini saja ekspor ke China mencapai 63.196 ton,” jelasnya.

Cumi sirip panjang (loligo pealei) bahkan mencatat ekspor 95 ton dengan nilai sekitar Rp 18 miliar.

Wakil Gubernur Fujian Lin Ruiliang menyambut antusias kelanjutan kerja sama ini. Menurutnya, Fujian memiliki wilayah laut yang sangat luas dan telah mengembangkan industri maritim skala besar, termasuk produksi kapal penangkap ikan bertenaga listrik yang telah dipasarkan ke Indonesia.

“Jawa Tengah dan Fujian sama-sama kaya akan sumber daya laut. Saya berharap sinergi ini bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor maritim di kedua provinsi,” katanya.

Lin menambahkan, pihaknya siap segera merealisasikan perjanjian kerja sama melalui kunjungan lanjutan, proyek percontohan, serta fasilitasi investasi dan teknologi maritim ramah lingkungan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X