Jumat, 12 Juni 2026

Presiden Prabowo Apresiasi Dukungan Rusia untuk Keanggotaan Indonesia di BRICS

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 23 Juni 2025 | 18:35 WIB
Presiden Prabowo Apresiasi Dukungan Rusia untuk Keanggotaan Indonesia di BRICS. (KlikSoloNews/dok)
Presiden Prabowo Apresiasi Dukungan Rusia untuk Keanggotaan Indonesia di BRICS. (KlikSoloNews/dok)

ST. PETERSBURG, KLIKSOLONEWS.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Rusia terhadap keanggotaan Indonesia dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Kamis 19 Juni 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga kerja sama strategis lainnya.

“Saya mengikuti perkembangan, banyak kemajuan di berbagai bidang. Ekonomi membaik, hubungan ekonomi kita berjalan baik, dan perjanjian-perjanjian kita dalam Eurasian Free Trade juga sangat lancar. Terima kasih Presiden Putin atas kemajuan ini,” ujar Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 22 Juni 2025.

Presiden Putin menyambut baik peningkatan hubungan kedua negara dan menegaskan komitmen Rusia dalam menjalin kerja sama yang lebih luas dengan Indonesia. Ia menyebut sektor perdagangan, pertanian, energi, hingga pertahanan sebagai bidang potensial untuk digarap bersama.

“Hubungan Rusia dan Indonesia berkembang secara konsisten. Volume perdagangan naik, dan kami memiliki banyak peluang kerja sama di berbagai bidang,” ujar Putin.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting dalam mendorong penyelesaian perundingan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan rampung tahun ini.

Kedua pihak menilai perjanjian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

Indonesia dan Rusia juga membahas penguatan sistem pembayaran lintas negara, termasuk pemanfaatan QRIS dan transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT), tanpa melalui perantara negara ketiga seperti Uni Emirat Arab.

Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Di sektor energi, Indonesia menyampaikan minat memperluas kolaborasi, termasuk dalam pengembangan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dan penyelarasan standar teknis melalui Mutual Recognition Agreement (MRA).

Kerja sama juga diarahkan pada bidang farmasi, riset, pertanian, dan pangan, termasuk pasokan bahan baku pupuk, benih, serta produk daging dari Rusia.

Sebagai imbal balik, Indonesia mendorong peningkatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke pasar Rusia, serta menjajaki berbagai bentuk kerja sama hilirisasi produk agroindustri.

Presiden Prabowo turut mengusulkan peningkatan konektivitas pariwisata melalui penambahan frekuensi penerbangan langsung Moskow–Denpasar, yang saat ini hanya tiga kali dalam seminggu. Usulan ini dinilai penting untuk mendorong kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia.

Di bidang pendidikan, Indonesia berkomitmen mengirim lebih banyak mahasiswa ke universitas di Rusia. Kerja sama juga diperluas ke bidang olahraga, khususnya bulutangkis, dan penguatan kontak antarmasyarakat sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum bergengsi St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 juga menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam memperkuat kemitraan strategis global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa partisipasi Indonesia menunjukkan peran aktif dalam mendorong arsitektur ekonomi dunia yang lebih seimbang dan inklusif.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan pejabat lainnya yang mewakili sektor pertanian, energi, investasi, digital, serta pendidikan tinggi.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X