Jumat, 12 Juni 2026

Driver Ojol di Solo Diduga Diintimidasi, Pelaku Tembakkan Senjata ke Udara

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 18 Juni 2025 | 16:13 WIB
Driver Ojol di Solo Diduga Diintimidasi, Pelaku Tembakkan Senjata ke Udara. (KlikSoloNews/dok)
Driver Ojol di Solo Diduga Diintimidasi, Pelaku Tembakkan Senjata ke Udara. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Solo, Mahrus Imroni (62), menjadi korban dugaan intimidasi dan ancaman serius saat tengah menunggu order di kawasan Jalan Gatot Subroto, Minggu 16 Juni 2025, dini hari.

Insiden tersebut makin mencekam ketika salah satu pelaku diduga menembakkan dua kali tembakan ke udara menggunakan senjata api.

Kejadian ini telah dilaporkan secara resmi ke Polresta Surakarta oleh kuasa hukum korban, Muhammad Arnaz, pada Rabu 18 Juni 2025.

“Klien kami hanya duduk di dekat kafe, tapi tiba-tiba didatangi dua orang yang marah-marah. Salah satu dari mereka mengeluarkan pistol dan menembakkannya dua kali ke atas. Ini tindakan intimidatif dan membahayakan,” ujar Arnaz kepada awak media.

Lokasi insiden berada di dekat outlet sebuah kafe, yang selama ini menjadi titik mangkal favorit para driver ojol karena letaknya strategis dan dekat permukiman.

Menurut keterangan Arnaz, tidak ada riwayat konflik antara korban dengan pihak kafe. Namun saat kejadian, korban dituduh sebagai mata-mata dan bahkan dikaitkan dengan seseorang berinisial BD, yang tidak dikenal oleh korban.

“Klien kami tidak kenal siapa BD. Tuduhan ini tidak berdasar. Bahkan setelah kejadian, korban disuruh pulang oleh seseorang yang diduga manajemen atau keamanan kafe,” jelas Arnaz.

Korban Trauma, Warga Jadi Saksi

Mahrus, yang sudah menjadi driver ojol sejak 2019, mengaku syok berat atas insiden tersebut.

“Saya hanya duduk sebentar, menunggu order seperti biasa. Tapi tiba-tiba diteriaki dan dituduh macam-macam. Bahkan pistol ditembakkan dua kali ke atas. Saya ketakutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu pria dari pihak kafe menyarankannya pulang tanpa menjelaskan alasan. Hal ini membuat korban merasa makin tidak mendapat perlindungan.

Arnaz menyebutkan sejumlah warga juga menjadi saksi insiden, termasuk seseorang berinisial TM yang diduga ikut membawa pelaku kembali ke dalam kafe usai penembakan. Beberapa warga sudah mulai beraktivitas menjelang subuh dan mendengar suara tembakan.

Arnaz mendesak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius, mengingat penggunaan senjata api secara sembarangan merupakan pelanggaran serius hukum.

“Ini bukan hanya soal klien kami, tapi menyangkut keamanan publik. Tidak bisa dibiarkan orang seenaknya membawa senjata dan menembakkannya di tengah kota,” tegasnya.

Hingga kini, pihak Polresta Surakarta belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X