Sabtu, 13 Juni 2026

Ribuan Pengunjung Padati Keraton Surakarta, Jasindo Hadirkan Peken Jasindo untuk Dukung UMKM dan Budaya

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 23:41 WIB
Ribuan Pengunjung Padati Keraton Surakarta, Jasindo Hadirkan Peken Jasindo untuk Dukung UMKM dan Budaya. (KlikSoloNews/dok)
Ribuan Pengunjung Padati Keraton Surakarta, Jasindo Hadirkan Peken Jasindo untuk Dukung UMKM dan Budaya. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Suasana berbeda tampak di kompleks Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Sabtu 14 Juni 2025.

Ribuan orang dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti gelaran Peken Jasindo: Makaryo Hangerekso Budoyo Nuswantoro, sebuah program kolaboratif antara PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan pihak Keraton Solo yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-52 Jasindo.

Selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB, area keraton diubah menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya.

Sebanyak 51 pelaku UMKM serta 12 pedagang kaki lima dari Solo dan sekitarnya diberi ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk-produk unggulan mereka. Tak hanya kuliner dan kerajinan, berbagai karya kreatif lokal juga menjadi daya tarik utama.

Lebih dari sekadar bazar, Peken Jasindo menyuguhkan aneka pelatihan dan edukasi gratis yang bisa diikuti pengunjung. Mulai dari membatik di atas tas jinjing, merangkai buket bunga, hingga menghias akrilik dan pelatihan bisnis digital.

Kegiatan ini juga melibatkan komunitas difabel, menjadikan acara ini inklusif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Direktur Utama Jasindo, Andy Samuel, menyampaikan Peken Jasindo merupakan bentuk konkret dari dukungan Jasindo terhadap pelaku UMKM agar naik kelas dan terlindungi secara usaha.

Ia menambahkan legalitas usaha dan kepercayaan konsumen menjadi prioritas, sehingga Jasindo juga menyediakan layanan pembuatan NIB dan pendampingan sertifikasi halal secara gratis.

“Kami ingin UMKM tidak hanya berkembang dari sisi pemasaran, tapi juga kuat dari segi legalitas dan jaminan mutu,” ujar Andy.

Pemilihan Kota Solo sebagai lokasi perdana penyelenggaraan kegiatan ini menurut Sekretaris Jasindo, Brellian Gema, dilatarbelakangi oleh kekuatan budaya dan ekosistem UMKM yang tertata rapi. Jasindo, katanya, tidak ingin menyaingi pedagang kaki lima, melainkan memberi dukungan agar usaha mereka lebih tertata dan berdaya saing.

“Solo itu kota yang punya semangat komunitas yang kuat dan terorganisir. Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat langsung, termasuk bagi saudara-saudara difabel yang juga punya potensi luar biasa,” kata Brellian.

Rangkaian acara juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Kepala OJK Solo Eko Hariyanto, Asisten Perekonomian Sekda Solo Fransisco Amaral, dan jajaran Forkopimda Kota Solo.

Dari pihak Keraton, hadir GKR Koes Moertiyah atau Gusti Moeng yang menyambut baik bentuk kolaborasi antara Jasindo dan lembaga budaya.

Dalam sambutannya, Gusti Moeng menyampaikan harapannya agar kerja sama antara lembaga modern dan tradisi seperti ini terus dilanjutkan.

Ia juga mengingatkan Keraton Surakarta bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Salah satu pengunjung, Insan Dipo, warga Karangasem, mengaku senang bisa datang bersama keluarga.

“Kami sekeluarga ikut semua pelatihannya. Anak saya senang banget menghias akrilik. Harapannya, acara seperti ini bisa diadakan rutin di Solo,” katanya.

Dengan konsep yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi, literasi usaha, pelestarian budaya, dan keterlibatan komunitas difabel, Peken Jasindo menjadi contoh konkret kolaborasi antara dunia usaha dan budaya dalam mendukung masyarakat secara luas.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X