Jumat, 12 Juni 2026

Polda Jateng Klarifikasi: 11 Ormas Bukan Pelaku, Hanya Oknum Anggota yang Terlibat Premanisme

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 6 Juni 2025 | 22:40 WIB
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Kepolisian Daerah Jawa Tengah memberikan klarifikasi terkait pernyataan yang menyebut 11 organisasi kemasyarakatan (ormas) terafiliasi dengan praktik premanisme dalam hasil Operasi Aman Candi 2025.


Klarifikasi ini disampaikan langsung Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan di Boyolali, Kamis 5 Juni 2025.


Brigjen Latif menegaskan bahwa istilah “terafiliasi” yang sebelumnya digunakan bukan merujuk pada organisasi secara keseluruhan, melainkan oknum atau individu anggota ormas tersebut.


“Yang kami maksudkan adalah anggota atau oknum dari ormas tersebut yang mengaku dan menggunakan atribut ormas, bukan organisasinya secara keseluruhan,” ujar Wakapolda dilansir JatengNOW, jejaring KlikSoloNews.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung akibat pernyataan tersebut, termasuk perguruan silat seperti Pagar Nusa, PSHT, dan ormas lainnya.


“Kami tidak bermaksud menggeneralisasi bahwa seluruh anggota atau organisasi terlibat dalam tindakan premanisme,” tambah Brigjen Latif.


Brigjen Latif menyoroti beredarnya potongan video konferensi pers sebelumnya yang viral di media sosial dan dinilai tidak menyajikan konteks lengkap.


Ia mengingatkan pentingnya memahami keterangan secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Dalam Operasi Aman Candi, lanjutnya, yang ditindak adalah individu-individu yang terbukti melakukan tindakan premanisme, baik secara perorangan maupun yang mengaku berasal dari kelompok tertentu.


“Bukan organisasinya secara keseluruhan,” tegasnya kembali.


Polda Jawa Tengah tetap berkomitmen memberantas praktik premanisme demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Wakapolda juga mengajak semua elemen, termasuk ormas, untuk bersinergi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Mari kita berkomitmen bersama bahwa premanisme harus hilang dari Jawa Tengah. Dengan stabilitas keamanan yang terjaga, pembangunan dan investasi pun dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Brigjen Latif.(ks02)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X