Sabtu, 13 Juni 2026

Pembangunan Tol Semarang Demak Seksi 1 Terkoneksi Tanggul Laut dan Kolam Retensi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 5 Juni 2025 | 11:30 WIB
Pembangunan Tol Semarang Demak Seksi 1 Terkoneksi Tanggul Laut dan Kolam Retensi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Pembangunan Tol Semarang Demak Seksi 1 Terkoneksi Tanggul Laut dan Kolam Retensi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pembangunan jalan tol Semarang–Demak Seksi 1 tak sekadar infrastruktur transportasi.

Proyek senilai Rp10,9 triliun ini juga difungsikan sebagai tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) untuk mengendalikan rob yang selama ini menggenangi kawasan pesisir timur Semarang, terutama Kaligawe dan Sayung.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak, Wandi Saputra, menjelaskan proyek ini terdiri dari tiga paket konstruksi: 1A, 1B, dan 1C. Ketiganya menyasar aspek berbeda—dari jalan tol, tanggul laut, hingga kolam retensi untuk pengendalian banjir.

“Paket 1B itu yang menjadi jantung proyek karena membentang sepanjang 6,7 km dan difungsikan sebagai tanggul laut. Ini sangat penting untuk menahan air rob di wilayah Kaligawe hingga Sayung,” terang Wandi, Rabu 4 Juni 2025.

Dari total panjang jalan tol Seksi 1 yang mencapai 10,6 km, sebanyak 6,7 km terintegrasi langsung dengan tanggul laut. Ini menjadikan proyek tol Semarang–Demak unik, karena selain memecah kemacetan di jalur nasional, juga menjadi proteksi permanen terhadap rob.

Tak hanya itu, dua kolam retensi raksasa juga sedang dibangun di Terboyo dan Sriwulan sebagai solusi banjir non-rob.

Kolam Terboyo akan menampung hingga 6,7 juta m³ air di atas lahan seluas 189 hektare, sementara Kolam Sriwulan mampu menampung 1,2 juta m³ air di lahan 28 hektare. Keduanya dilengkapi total 10 pompa air berkapasitas masing-masing 5 m³/detik.

“Kolam retensi ini mengontrol banjir dari hujan. Jadi rob dicegah lewat tanggul laut, dan banjir akibat hujan ditangani lewat kolam retensi,” jelas Wandi.

Hingga awal Juni 2025, progres fisik proyek sudah mencapai 42,81 persen. Paket 1A yang fokus pada pembangunan jalan tol mencatat progres tertinggi 63,75%. Paket 1B yang mencakup pembangunan tanggul laut berada di angka 41,55%, dan paket 1C (kolam retensi) baru menyentuh 26,79%.

“Target kita proyek ini selesai total pada 2027. Kalau berjalan lancar, manfaatnya bisa dirasakan luas baik untuk lalu lintas maupun mitigasi bencana,” imbuhnya.

Dengan rampungnya Seksi 1 nanti, proyek tol Semarang–Demak akan memberi efek ganda: mempercepat konektivitas transportasi antarkabupaten serta memperkuat pertahanan wilayah pesisir dari bencana hidrometeorologi seperti rob dan banjir.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X