Sabtu, 13 Juni 2026

Pantai Kramatsari Tergerus Abrasi, Gubernur Luthfi Tinjau dan Perbaiki Tanggul 1 Km

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 29 Mei 2025 | 07:00 WIB
Pantai Kramatsari Tergerus Abrasi, Gubernur Luthfi Tinjau dan Perbaiki Tanggul 1 Km. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Pantai Kramatsari Tergerus Abrasi, Gubernur Luthfi Tinjau dan Perbaiki Tanggul 1 Km. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

PEMALANG, KLIKSOLONEWS.COM – Keindahan Pantai Kramatsari di Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, kini tinggal kenangan. Abrasi yang terus menggerus garis pantai membuat destinasi wisata andalan ini nyaris lenyap.

Bahkan, sejumlah warung dan infrastruktur ikut amblas ke laut. Melihat kondisi itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi, Selasa 28 Mei 2025, guna merespons cepat dengan perbaikan tanggul sepanjang 1 kilometer.

"Prinsipnya, daerah ini harus segera ditangani. Beberapa titik tanggul jebol akan kita perbaiki," tegas Gubernur Luthfi saat meninjau lokasi.

Pantai Kramatsari pernah menjadi magnet wisata lokal. Setelah diresmikan sebagai objek wisata pada 1999, kawasan ini mencapai puncak kejayaan pada 2017-2018. Ribuan pengunjung memadati lokasi setiap akhir pekan.

"Akhir pekan saya bisa dapat Rp 6 juta. Harga es teh masih seribu rupiah waktu itu," kenang Harini (45), warga setempat yang memiliki warung dekat pantai.

Namun sejak 2019, wajah pantai berubah total. Abrasi menggerus pantai hingga 50 meter, menyebabkan 33 warung amblas, tiang listrik tumbang, dan jalan utama tergenang rob. Aktivitas ekonomi warga pun lumpuh.

Warga sempat melakukan upaya mandiri. Pada 2024, mereka membangun tanggul bambu dengan dua model: bambu ditancapkan dan tanggul model "kandang jangkrik" — meniru sistem di Demak. Namun, menurut Kalakhar BPBD Pemalang, Andriadi, tanggul itu rusak dihantam gelombang tahun ini.

"Sekarang muncul muara-muara baru akibat jebolnya tanggul," ujar Andriadi.

Babinsa Ulujami, Serka Masrikan menyatakan bahwa abrasi telah mengubah total wajah Desa Blendung yang dulunya ramai dan makmur.

"Sekarang akses jalan terendam rob. Banyak rumah juga terkena," katanya.

Dalam kunjungannya, Gubernur Luthfi menegaskan pentingnya aksi cepat sekaligus pencegahan jangka panjang. Selain memperbaiki tanggul sepanjang 1 km, ia juga mendorong gerakan penanaman mangrove massal di sepanjang pesisir Pantura.

"Masyarakat tidak boleh merasa ditinggal. Kita bergerak cepat untuk yang jangka pendek," ujarnya.

Untuk jangka menengah, Pemprov Jateng akan melakukan pendataan warga terdampak rob, serta menganalisis kerusakan tambak dan lahan pertanian.

Lebih lanjut, program jangka panjang akan meniru model penanganan abrasi di Sayung, Demak. Di sana, telah dimulai proyek tanggul laut dan kolam retensi yang direncanakan berlangsung hingga 2027.

"Tanggul laut dari Sayung sampai Brebes nanti kita tarik konsepnya. Ini menjadi prioritas kita," tandas Luthfi.

Upaya ini diharapkan tak hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga membangkitkan kembali perekonomian masyarakat pesisir yang sempat tumbang akibat bencana lingkungan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X