Sabtu, 13 Juni 2026

Resmi Pindah Kawasan, Indonesia Bergabung ke WHO Western Pacific Region

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 27 Mei 2025 | 14:00 WIB
Resmi Pindah Kawasan, Indonesia Bergabung ke WHO Western Pacific Region. (KlikSoloNews/dok)
Resmi Pindah Kawasan, Indonesia Bergabung ke WHO Western Pacific Region. (KlikSoloNews/dok)

JENEWA, KLIKSOLONEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengesahkan perpindahan Indonesia dari Kawasan Asia Tenggara (South-East Asia Region/SEARO) ke Kawasan Pasifik Barat (Western Pacific Region/WPRO).

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang World Health Assembly (WHA) ke-78 yang digelar di Jenewa, Swiss, dan disetujui secara konsensus  seluruh negara anggota.

Langkah strategis ini diyakini akan memperkuat kolaborasi Indonesia di bidang kesehatan dengan negara-negara yang secara geografis dan epidemiologis lebih berdekatan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan perpindahan kawasan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan respons terhadap tantangan kesehatan lintas negara.

“Keputusan perpindahan ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kolaborasi kesehatan lintas kawasan dan memperluas jejaring kerja sama di bidang kesehatan masyarakat,” ujar Kunta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 26 Mei 2025, dilansir voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Alasan Geografis dan Epidemiologis

Menurut Kunta, pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting akan perlunya koordinasi erat dengan negara-negara tetangga. Ia menilai, secara geografis dan epidemiologis, Indonesia memiliki kesamaan tantangan kesehatan dengan negara-negara di Kawasan Pasifik Barat.

“Indonesia memiliki perbatasan darat dan laut dengan 10 negara serta penerbangan langsung ke 18 negara, mayoritas berada di bawah koordinasi WHO WPRO,” jelasnya.

Wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, menurut Kunta, memiliki karakteristik tantangan kesehatan yang sebanding dengan negara-negara kepulauan di Pasifik.

Sementara di barat, masyarakat Sumatera memiliki kedekatan etnis dan budaya dengan Malaysia dan Singapura—dua negara yang telah lebih dulu menjadi anggota WPRO.

“Posisi geografis dan konektivitas tersebut meningkatkan risiko epidemiologis, termasuk pelintasan penduduk dan mobilitas internasional yang tinggi,” imbuhnya.

Perpindahan keanggotaan ini akan berlaku efektif mulai 23 Mei 2025. Proses transisi akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi antara Pemerintah Indonesia, WHO SEARO, dan WHO WPRO. Dalam masa transisi, Indonesia tetap menjaga kesinambungan kerja sama dengan kedua kawasan.

Meskipun secara resmi akan bergabung ke WPRO, Indonesia berkomitmen untuk tetap menjaga hubungan erat dengan negara-negara di SEARO. Kerja sama bilateral dan forum kolaborasi global yang telah terjalin sebelumnya tetap akan dilanjutkan dan diperkuat.

Dengan bergabung ke WPRO, Indonesia membuka peluang lebih luas untuk berbagi pengalaman dan mengakses sumber daya dalam memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional.

Fokus utama mencakup penanganan penyakit menular dan tidak menular, serta pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di sektor kesehatan.

Langkah ini sekaligus menandai fase baru peran Indonesia dalam percaturan kesehatan global, seiring dengan semakin besarnya kontribusi dan kebutuhan akan kolaborasi lintas kawasan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X