SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Aksi penyampaian aspirasi tak selalu identik dengan ketegangan. Di Kota Solo, wajah demokrasi justru tampil dalam nuansa damai dan bersahabat saat ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Surakarta dan Balai Kota Surakarta.
Yang menarik, aksi ini tak hanya dikawal aparat kepolisian, tetapi juga disambut dengan gestur kemanusiaan yang menyentuh hati.
Para Polisi Wanita (Polwan) dari Polresta Surakarta turun tangan membagikan air mineral dan snack kepada para peserta aksi yang telah berpanas-panasan sejak pagi hari.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dalam pengamanan, ada sisi pelayanan yang tetap kami jaga. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga sahabat masyarakat,” tutur Kabag Ops Polresta Surakarta, AKP Engkos Sarkosi, mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, saat ditemui di lokasi.
Aksi damai ini diikuti oleh sekitar 100 pengemudi ojol yang tergabung dalam komunitas Garda Soloraya. Mereka bergerak dari Plasa Manahan, menyusuri Jalan Adi Sucipto, dan berhenti di Kantor DPRD untuk menyerahkan surat berisi tuntutan kepada Ketua DPRD, Budi Prasetyo. Seusai menyuarakan aspirasi, konvoi berlanjut ke Balai Kota Surakarta, tempat mereka juga diterima oleh perwakilan Pemkot.
Selama aksi berlangsung, Polresta Surakarta mengerahkan tak kurang dari 480 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Meski pasukan lengkap dikerahkan, suasana tetap terkendali dan jauh dari kesan represif. Sebaliknya, pendekatan humanis jadi kunci.
“Sesuai arahan Kapolresta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami ingin menunjukkan demokrasi bisa berjalan tanpa benturan,” tambah AKP Engkos.
Langkah Polwan membagikan makanan ringan dan minuman menjadi simbol kecil dari kehadiran negara yang merangkul, bukan membatasi. Para peserta aksi pun mengapresiasi sikap aparat yang terbuka dan hangat selama aksi berlangsung.
Di sisi lain, polisi juga tetap waspada. Meski belum ada informasi terkait aksi lanjutan, Polresta Surakarta terus memantau situasi di lapangan agar stabilitas tetap terjaga.
Bagi mereka, kebebasan berpendapat adalah hak warga negara yang harus dijaga, selama dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan publik.
“Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan ojol yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai. Ini contoh nyata bahwa demokrasi bisa berjalan tanpa intimidasi,” tutup Engkos.
Hari itu, jalanan Kota Solo bukan hanya jadi tempat konvoi dan orasi, tapi juga ruang temu antara warga dan aparat dalam semangat saling menghormati.
Di tengah riuh tuntutan dan panas aspal kota, secangkir air dari tangan Polwan menjadi pesan diam: bahwa negara hadir, tidak hanya menjaga, tetapi juga memahami.(ks01)