Sabtu, 13 Juni 2026

Pesawat Kepresidenan Ganti Warna, Istana Tegaskan Tak Perlu Diributkan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 20 Mei 2025 | 11:00 WIB
Pesawat Kepresidenan Ganti Warna, Istana Tegaskan Tak Perlu Diributkan. (KlikSoloNews/dok)
Pesawat Kepresidenan Ganti Warna, Istana Tegaskan Tak Perlu Diributkan. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menjelaskan perubahan corak (livery) pada Pesawat Kepresidenan RI A-001 merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang lazim dilakukan pada kendaraan milik negara, termasuk pesawat.

Penjelasan ini disampaikan Hasan saat menjawab pertanyaan wartawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu 17 Mei 2025.

“Kalau kendaraan, pesawat, kapal, itu ada pemeliharaan rutin. Ya, salah satu pemeliharaannya juga ganti desain, ganti warna,” ujar Hasan.

“Terus terang, saya harus cek dulu soal kenapa pesawat kepresidenan ganti warna, tapi ini bagian dari perawatan,” lanjutnya.

Hasan meminta agar publik tidak terlalu membesar-besarkan perubahan tersebut. Menurutnya, perubahan tampilan kendaraan dinas tidak otomatis berarti hal luar biasa atau kontroversial.

“Kalau biasanya mobil kepresidenan warna hitam, hari ini warna putih, ya nggak apa-apa,” ujarnya.

Selain aspek estetika, Hasan menegaskan bahwa pengecatan ulang pesawat juga memiliki fungsi teknis, antara lain untuk melindungi badan pesawat dari korosi, oksidasi, dan paparan lingkungan, seperti tumpahan bahan bakar.

Tampilan Baru A-001

Perubahan desain pesawat A-001 pertama kali terlihat saat terparkir di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 14 April 2025. Pesawat tersebut tampak berdampingan dengan pesawat PK-GRD, yang kini digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

A-001 sebelumnya digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan memiliki corak merah dengan tulisan putih bertuliskan “Republik Indonesia”.

Kini tampilannya berubah menjadi mayoritas putih, dengan garis aksen merah di atas dan bawah jendela.

Tulisan “Republik Indonesia” juga berubah warna menjadi hitam, dengan jenis huruf berbeda dari sebelumnya.

Hasan menutup keterangannya dengan menyatakan pihaknya akan mencari informasi lebih lanjut terkait alasan teknis dan biaya pengecatan secara lebih spesifik.

“Saya akan cek lagi lebih lanjut soal itu, terutama soal detail biayanya,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X