SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemkot Surakarta resmi meluncurkan Rumah Siap Kerja, sebuah inisiatif terintegrasi untuk menekan angka pengangguran dan mendorong masyarakat Surakarta masuk ke dunia kerja secara produktif, baik di dalam maupun luar negeri.
Peluncuran ini dilakukan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Surakarta, dan dihadiri oleh jajaran pejabat termasuk Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Ketua DPRD, Kepala Disnaker, BP3MI, serta mitra strategis, Senin 19 Mei 2025.
Respati menyebut program ini merupakan langkah strategis menjawab tantangan bonus demografi tahun 2030, yang akan diwarnai oleh dominasi usia produktif. “Kalau kita tidak siapkan backbone-nya dari sekarang, kita akan kewalahan menyambut 2030. Pengangguran tinggi bisa memicu gejala sosial dan kriminalitas. Ini saatnya seluruh OPD bergerak bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Respati juga memperkenalkan Kartu Layak Kerja (KLK), sebagai bentuk verifikasi dan pelindungan dalam ekosistem ketenagakerjaan.
Kartu ini dirancang tidak hanya untuk pencari kerja, tapi juga sebagai jaminan bagi pemberi kerja agar terbebas dari praktik-praktik kerja yang merugikan, seperti penahanan ijazah atau pekerja yang melanggar kontrak.
“KLK ini bisa kita cabut jika ada pelanggaran. Tapi kita beri kesempatan untuk rehabilitasi setelah tiga sampai enam bulan. Ini ekosistem kerja yang sehat dan saling melindungi,” terang Respati.
Kerja di Luar Negeri Tanpa Biaya, Hindari LPK Abal-abal
Pemkot Surakarta juga menegaskan komitmennya memfasilitasi calon pekerja migran tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Respati menyebut ada kerja sama dengan Bank Jateng dan BRI untuk menyediakan skema pembiayaan talangan.
“Kerja di luar negeri itu nol rupiah. Jangan sampai ketipu LPK abal-abal. Kalau ingin kerja ke luar negeri, datang langsung ke Disnaker. Semua layanan gratis,” tegas Respati.
Wali Kota juga mendorong seluruh kader kelurahan untuk menjadi “Sales Tenaga Kerja”, yang membantu menyemangati warga agar siap bekerja, termasuk ke luar negeri. Menurutnya, pengalaman kerja di luar negeri bisa membentuk pola pikir baru dan memperluas peluang masa depan.
“Tidak hanya Jepang, kita cari peluang ke China, working holiday visa ke Australia, bahkan lulusan SMP bisa kita bantu kejar paket C agar bisa berangkat,” lanjutnya.
Dalam peluncuran itu, turut hadir pula perwakilan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Pemkot Surakarta melalui Rumah Siap Kerja memastikan dukungan penuh terhadap warga yang ingin bekerja di luar negeri, selama masih dalam negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
“Kita fasilitasi semua proses, asal bukan ke negara larangan. Contoh ada warga Sriwedari yang berangkat jadi barista di Arab Saudi, ini bukti nyata,” ucap Respati.
Pemkot Surakarta juga mulai menyiapkan program inklusi tenaga kerja bagi kelompok disabilitas. Respati menyampaikan telah berdialog dengan dewan disabilitas dan menyalurkan penyandang disabilitas untuk bekerja di beberapa usaha kopi di Solo.
“Bagi pelaku usaha yang mau mempekerjakan penyandang disabilitas, akan kita beri relaksasi pajak. Ini bentuk dukungan nyata pada kesetaraan di dunia kerja,” tambahnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Widyastuti Pratiwiningsih, menyampaikan bahwa saat ini angka pengangguran di Solo masih berada di angka 4,61% atau sekitar 13.200 orang.
Dengan hadirnya Rumah Siap Kerja, diharapkan angka tersebut bisa ditekan hingga di bawah 4% dalam dua tahun ke depan.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk 5 Sending Organization (SO) di Surakarta, kita sudah menyalurkan ribuan tenaga kerja ke Jepang. Gaji bersih mereka di sana bisa mencapai Rp13-15 juta per bulan, sudah termasuk asuransi dan fasilitas pemagangan,” ungkapnya.
Rumah Siap Kerja: Layanan Komprehensif Tanpa Biaya
- Rumah Siap Kerja akan menyediakan layanan komprehensif secara gratis, antara lain:
- Penempatan kerja dalam dan luar negeri
- Kelas siap kerja (CV, interview, kontrak, motivasi, hubungan industrial)
- Konsultasi PHK dan hubungan industrial
- Bursa kerja online dan konsultasi karier
- Pelatihan vokasi dan kewirausahaan
Dengan hadirnya Rumah Siap Kerja dan peluncuran KLK, Pemkot Surakarta di bawah kepemimpinan Respati Ardi mempertegas komitmennya menjadikan ketenagakerjaan sebagai prioritas pembangunan daerah, serta memperluas akses warga terhadap pekerjaan yang bermartabat dan berkelanjutan.(ks01)