Jumat, 12 Juni 2026

Angka Pengangguran di Solo Capai 13.000 Orang, Wali Kota Respati Ardi Luncurkan Rumah Siap Kerja

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 20 Mei 2025 | 07:35 WIB
Angka Pengangguran di Solo Capai 13.000 Orang, Wali Kota Respati Ardi Luncurkan Rumah Siap Kerja. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Angka Pengangguran di Solo Capai 13.000 Orang, Wali Kota Respati Ardi Luncurkan Rumah Siap Kerja. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) meluncurkan program Rumah Siap Kerja sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini mencapai 13.000 orang atau 4,61 persen dari total angkatan kerja di Kota Solo.


Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan pendirian Rumah Siap Kerja merupakan salah satu program prioritas Pemkot Surakarta untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan dan menyambut bonus demografi tahun 2030.


“Fokus kami adalah menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Solo. Harapannya, pada tahun 2026–2027, angka pengangguran bisa turun di bawah 4 persen,” ujar Respati saat peresmian Rumah Siap Kerja, Senin 19 Mei 2025.


Sebagai bagian dari program ini, Pemkot Surakarta juga meluncurkan Kartu Layak Kerja yang dirancang sebagai solusi terhadap permasalahan penahanan ijazah oleh perusahaan dan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat.


“Kartu ini menjadi bentuk jaminan. Tidak boleh ada lagi penahanan ijazah. Jika ada pekerja yang tidak memenuhi ekspektasi pemberi kerja, silakan laporkan ke Disnaker. Kami akan evaluasi dan bisa saja kartu layak kerjanya dicabut,” tegas Respati.


Ia juga mengajak masyarakat untuk berani keluar dari zona nyaman dan tidak menutup kemungkinan untuk mencari peluang kerja di luar negeri.


“Silakan adukan jika ada masalah tenaga kerja. Kita ingin menjaga ekosistem kerja tetap sehat,” imbuhnya.


Target 5 Persen dari Pengangguran Terdaftar


Pemkot menargetkan setidaknya 5 persen dari total pengangguran di Solo, atau sekitar 650 orang, dapat mendaftar dalam program kartu layak kerja pada tahap awal ini.


“Kita realistis dulu, kalau bisa ya minimal 5 persen dari 13.200 penganggur yang terdaftar bisa ikut program ini,” ungkap Respati.


Kepala Disnaker Solo, Widyastuti Pratiwiningsih, menyampaikan bahwa Rumah Siap Kerja menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses oleh seluruh warga Solo.


“Dengan hadirnya Rumah Siap Kerja, kami optimis angka pengangguran dapat ditekan. Di sini tersedia layanan untuk penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, pelatihan pra-kerja, bursa kerja online, konsultasi karier, hingga kelas membaca kontrak dan hubungan industrial,” ujar Widya.


Salah satu layanan unggulan adalah kelas hubungan industrial, yang memberikan edukasi kepada pencari kerja dan pemberi kerja tentang hak dan kewajiban tenaga kerja—termasuk menyikapi fenomena penahanan ijazah yang masih sering terjadi di Solo.


“Kami ingin Rumah Siap Kerja menjadi pusat pelayanan dan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan keterampilan mereka,” tutup Widya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X