SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Tim kebanggaan masyarakat Solo, Persis Solo, dipastikan selamat dari zona degradasi Liga 1 musim 2024/2025.
Kepastian ini didapat setelah Laskar Sambernyawa berhasil menahan imbang Dewa United dengan skor 1-1 di Stadion Manahan, Sabtu 17 Mei 2025, malam, sementara pesaing terdekat mereka, Barito Putera, takluk dari PSM Makassar dengan skor telak 1-4.
Dengan hasil ini, Persis Solo kini mengantongi 36 poin dan duduk di peringkat ke-13 klasemen sementara, menyisakan satu pertandingan sisa.
Posisi Persis Solo secara matematis tidak bisa lagi dikejar oleh tiga tim yang berada di bawah mereka, yakni Semen Padang, Barito Putera, dan PSS Sleman, yang masih harus bertarung untuk menghindari satu slot degradasi tersisa.
Presiden klub Persis Solo, Kaesang Pangarep, turut memberikan ucapan selamat atas keberhasilan timnya bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ucapan itu disampaikan melalui kolom komentar akun YouTube resmi Persis Solo.
“Suwun sis masih Stay Liga 1,” tulis Kaesang pada Minggu 18 Mei 2025, sembari mengekspresikan rasa syukurnya atas keberhasilan tim menghindari degradasi.
Namun, komentar Kaesang berikutnya justru memunculkan spekulasi. Putra bungsu Joko Widodo (Jokowi) itu menuliskan dua kata yang menyiratkan perpisahan: “Pamit yo.”
-
Kalimat singkat ini memicu spekulasi bahwa Kaesang akan melepas kepemilikannya atas Persis Solo. Sebagai informasi, Kaesang sebelumnya menjadi salah satu sosok sentral dalam transformasi dan profesionalisasi Persis Solo dalam beberapa musim terakhir.
Manajemen Belum Beri Jawaban
Saat dikonfirmasi mengenai isu hengkangnya Kaesang, manajemen Persis Solo belum memberikan jawaban resmi. Media Officer Persis, Bryan Barcelona, hanya menjawab singkat ketika ditanya awak media.
“Nanti ya mas,” ujarnya singkat, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Jika benar Kaesang mundur dari kursi kepemimpinan Persis Solo, maka ini akan menjadi momen penting bagi klub yang baru saja memastikan keberlanjutannya di Liga 1.
Sementara itu, para suporter Persis Solo masih menanti kejelasan nasib klub kesayangan mereka, baik soal arah kepemilikan ke depan maupun persiapan untuk musim berikutnya.(KS01)