Sabtu, 13 Juni 2026

Indonesia Rawan Serangan Siber, Menkomdigi Dorong Kolaborasi Nasional Jaga Kedaulatan Digital

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 9 Mei 2025 | 07:00 WIB
Indonesia Rawan Serangan Siber, Menkomdigi Dorong Kolaborasi Nasional Jaga Kedaulatan Digital. (KlikSolonews/dok Komdigi)
Indonesia Rawan Serangan Siber, Menkomdigi Dorong Kolaborasi Nasional Jaga Kedaulatan Digital. (KlikSolonews/dok Komdigi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam tingkat kecanduan internet, menurut laporan terbaru Sea Times.

Kondisi ini membuat ruang digital Indonesia sangat rentan terhadap berbagai bentuk serangan siber, termasuk penipuan daring, judi online, hingga ancaman terhadap stabilitas nasional.

Menanggapi situasi ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai benteng utama melindungi keamanan ruang digital Indonesia.

“Keamanan ruang digital harus melibatkan semua pihak—pemerintah, Polri, TNI, lembaga intelijen, hingga masyarakat luas. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas nasional,” ujar Meutya dalam kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) II Sespimti Polri di Jakarta Pusat, Senin 5 Mei 2025.

Sebagai langkah nyata, pemerintah telah membentuk Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sebuah unit khusus yang fokus pada pengawasan ruang siber dan penanganan langsung terhadap kejahatan digital.

Salah satu fokus utama adalah kerja sama erat dengan Polri dalam menindak SIM card ilegal dan judi online, dua kejahatan digital yang saat ini tengah marak.

Meutya juga menyoroti keberhasilan Dubai dalam sistem eSIM dan pengawasan imigrasi berbasis digital. Ia menyebut model ini bisa menjadi inspirasi untuk memperkuat pengawasan digital di Indonesia.

“Langkah-langkah inovatif seperti ini perlu kita pelajari dan adaptasi,” katanya.

Pemerintah kini menyiapkan regulasi baru untuk ISP (penyelenggara jasa internet), terutama untuk membasmi ISP ilegal yang kerap menjadi celah kejahatan digital.

Tak hanya itu, Meutya juga mengungkapkan bahwa metode takedown konten ilegal dianggap sudah tidak efektif. Sebagai gantinya, pemerintah kini mulai menerapkan sistem SAMAN (Sanksi Administratif dan Finansial) untuk menekan platform global agar lebih kooperatif.

“Platform-platform global memperlakukan kita sebagai pasar. Kita harus tegas agar mereka juga ikut menjaga keamanan ruang digital kita,” tegas Meutya.

Di akhir pernyataannya, Meutya menekankan bahwa tantangan di dunia maya makin kompleks dan hanya bisa dihadapi jika seluruh komponen bangsa bersatu.

“Musuh kita di dunia maya semakin canggih dan tak kasat mata. Hanya dengan kolaborasi penuh, kita bisa menjaga kedaulatan digital Indonesia,” tutupnya. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X