Sabtu, 13 Juni 2026

Aglomerasi Banyumas, Strategi Baru Gubernur Ahmad Luthfi Bangkitkan Ekonomi Daerah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:30 WIB
Aglomerasi Banyumas, Strategi Baru Gubernur Ahmad Luthfi Bangkitkan Ekonomi Daerah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Aglomerasi Banyumas, Strategi Baru Gubernur Ahmad Luthfi Bangkitkan Ekonomi Daerah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

BANYUMAS, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelorakan semangat kolaborasi lintas daerah melalui konsep aglomerasi sebagai strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Eks Karesidenan Banyumas.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) yang digelar di Menara Teratai, Purwokerto, Jumat (2/5/2025), Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa lagi dilakukan secara terpisah-pisah oleh masing-masing kabupaten.

"Eks Karesidenan Banyumas tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus saling terkoneksi. Konsep aglomerasi akan jadi kunci agar setiap potensi yang ada bisa saling memperkuat," ujar Gubernur Luthfi di hadapan para kepala daerah dan pemangku kepentingan se-wilayah Banyumas Raya.

Wilayah Banyumas Raya, meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, dikenal kaya akan potensi sektor unggulan. Cilacap dengan pengelolaan RDF untuk energi terbarukan, Purbalingga dan Banjarnegara yang memiliki ekowisata dan potensi UMKM, hingga Banyumas sebagai pusat pendidikan dan jasa.

"Bayangkan kalau semua potensi ini saling terintegrasi, akan terbentuk kekuatan ekonomi regional yang solid. Yang kita dorong adalah pembangunan berbasis desa, yang terkoneksi secara vertikal dan horizontal," ujar Gubernur.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Musrenbangwil bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan momen strategis untuk "belanja masalah".

Hasilnya akan menjadi bahan baku dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Jawa Tengah tahun 2026.

"Untuk 2026 kita menargetkan Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Infrastruktur sudah kita kebut di 2025, sekarang giliran penguatan sektor produksi dan distribusi, terutama pangan dan ekonomi desa," paparnya.

Lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, gagasan aglomerasi menurut Ahmad Luthfi adalah tentang membangun ekosistem kolaboratif yang memberdayakan desa-desa secara nyata dan menyatukan kekuatan lokal dalam skala regional.

"Kita ingin setiap desa terlibat dalam rantai nilai ekonomi regional. Jangan hanya jadi penonton. Maka aglomerasi harus menyentuh sampai level mikro," tegasnya.

Dengan semangat gotong royong dan pemetaan potensi yang presisi, Eks Karesidenan Banyumas kini didorong menjadi episentrum ekonomi baru di Jawa Tengah bagian barat—sebuah transformasi yang tidak hanya dibangun dengan anggaran, tetapi dengan kemauan kolektif dan sinergi lintas batas administratif. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X