SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai bentuk kesiapan pengamanan dalam menghadapi potensi unjuk rasa. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Rabu 30 April 2025, siang.
TFG dipimpin langsung oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latief Usman, dengan paparan teknis strategi pengamanan disampaikan Karo Ops Kombes Pol Basya Radyananda.
Kegiatan ini diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, para Kapolres se-Ekswil Semarang, serta perwira pengendali lapangan (Padal).
“TFG ini sebagai upaya untuk menyamakan persepsi mengenai cara bertindak dan strategi pengamanan di lapangan. Hal ini untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya agar pengamanan berlangsung efektif, proporsional, dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Brigjen Pol Latief Usman.
Pengamanan aksi buruh tahun ini diprioritaskan pada pendekatan preemtif dan preventif. Mulai dari pengawalan peserta aksi dari titik kumpul, pengaturan lalu lintas, hingga penjagaan ketat di lokasi unjuk rasa.
Langkah-langkah ini dilaksanakan sesuai dengan Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.
“Pastikan seluruh personel mempedomani aturan yang berlaku. Saat apel pengamanan, tidak boleh ada anggota yang membawa senjata api, senjata tajam, atau barang-barang berbahaya lainnya,” tegas Kombes Pol Basya Radyananda.
Selain menjaga keamanan para peserta aksi, TFG juga membahas strategi untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa, seperti di kawasan Jl Pahlawan, Semarang.
Polda Jateng juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat, untuk menciptakan suasana yang aman dan damai selama berlangsungnya peringatan Mayday.
Di akhir kegiatan, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan imbauan kepada peserta aksi buruh agar tetap menyuarakan aspirasi secara tertib dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak terprovokasi, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kepada masyarakat, kami mohon pengertian bila terjadi rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi,” pungkas Kombes Artanto.(KS01)