Sabtu, 13 Juni 2026

Wagub Jateng Kunjungi Tragedi Gontor Magelang yang Tewaskan 4 Santri, Salurkan Santunan Rp 90 Juta

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 29 April 2025 | 11:30 WIB
Wagub Jateng Kunjungi Tragedi Gontor Magelang yang Tewaskan 4 Santri, Salurkan Santunan Rp 90 Juta. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Kunjungi Tragedi Gontor Magelang yang Tewaskan 4 Santri, Salurkan Santunan Rp 90 Juta. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM – Menindaklanjuti perintah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), bertindak cepat.


Taj Yasin mengunjungi lokasi musibah yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Kampus 5 Darul Qiyam, yang tertimpa longsor di Kabupaten Magelang. Musibah tersebut merenggut nyawa 4 santri dan melukai puluhan lainnya.


Pada Senin 28 April 2025, Gus Yasin langsung meninjau lokasi kejadian dan bertemu dengan para santri yang tengah dirawat.


Selain menjenguk korban luka, Gus Yasin juga menyalurkan bantuan santunan sebesar Rp 40 juta untuk keluarga korban yang meninggal dunia.


Sementara itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan biaya perbaikan bangunan yang rusak senilai Rp 50 juta. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 90 juta.


Bantuan tambahan senilai Rp 31.038.000 juga disalurkan melalui Dinas Sosial dan BPBD Jateng dalam bentuk logistik pangan untuk mendukung para korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.


Dalam kunjungan tersebut, Gus Yasin ingin mendengar secara langsung keterangan dari pihak-pihak terkait mengenai kronologi peristiwa yang menewaskan 4 santri dan melukai 25 lainnya pada Jumat 25 April 2025.


"Murni ingin mengunjungi, melihat, dan memastikannya. Saya ingin mendengar secara langsung, karena berita yang di luar sana ada yang bilang tower (ambruk) dan macam-macam. Kami ingin melihat itu," kata Gus Yasin.


Sebagai informasi, peristiwa tragis tersebut terjadi ketika talud dengan ketebalan sekitar 50 cm, tinggi 3 meter, dan panjang 10 meter ambrol.


Bangunan tersebut menimpa puluhan santri yang sedang antre untuk mandi di dekat kamar mandi, persiapan untuk salat Jumat. Beberapa santri tertimpa reruntuhan dan terjebak di dalam kamar mandi.


Saat ini, lokasi musibah masih dalam proses pembersihan. Gus Yasin berharap bangunan yang runtuh dapat segera dibersihkan untuk memastikan keselamatan para santri. Selain itu, Pemprov Jateng juga akan melakukan kajian geologi terkait kondisi tanah di lokasi tersebut.


"Bagaimana konstruksi tanahnya, penanganannya. Nah ini yang harus dikoordinasikan," ucap Gus Yasin.


Gus Yasin juga mengungkapkan lokasi musibah di masa depan akan dialihfungsikan sebagai lapangan untuk menunjang kegiatan pondok pesantren yang lain.


Saat ini, dari total 29 korban, empat di antaranya meninggal dunia, 20 lainnya mengalami luka ringan, dan lima lainnya sedang dirawat intensif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X