Jumat, 12 Juni 2026

Temuan Kasus TBC di Kopdarnas KDEMI, Gus Yasin Serukan Skrining Keluarga

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 28 April 2025 | 15:16 WIB
Temuan Kasus TBC di Kopdarnas KDEMI, Gus Yasin Serukan Skrining Keluarga. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Temuan Kasus TBC di Kopdarnas KDEMI, Gus Yasin Serukan Skrining Keluarga. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan momentum Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) ke-5 Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) untuk memperkuat program kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan layanan Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Wisata Banyu Roso, Tempuran, Magelang, Minggu 27 April 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, mengungkapkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan dalam acara tersebut. Dari 15 peserta yang diperiksa, lima orang di antaranya terindikasi terpapar tuberkulosis (TBC).

"Ini harus segera ditindaklanjuti. Kelima orang ini akan kami obati hingga tuntas selama enam bulan. Ini bagian dari tugas kita menyelamatkan masyarakat," tegas Gus Yasin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Yasin menjelaskan pentingnya melakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga dari pasien terindikasi TBC guna mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular ini.

"Kalau ada satu yang kena, seluruh keluarga harus diskrining. Penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena bisa membahayakan tidak hanya penderitanya, tapi juga lingkungan sekitar," tambahnya.

Tidak hanya fokus pada penyakit menular seperti TBC, Gus Yasin juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Ia sempat berdialog langsung dengan seorang anak yang mendapatkan layanan kesehatan jiwa di lokasi acara.

Ia mendorong agar sekolah-sekolah di Jawa Tengah lebih serius mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa melalui kolaborasi antara guru bimbingan konseling (BK), psikolog, dan tenaga medis.

"Kita perlu memastikan anak-anak mendapatkan perhatian khusus. Masalah kesehatan jiwa harus kita ungkap dan tangani bersama," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan kesehatan yang aktif memberikan edukasi dan layanan skrining kesehatan kepada masyarakat.

"TBC bisa diobati. Yang penting, minum obatnya rutin dan jangan putus," pesannya kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan puskesmas setempat untuk segera menindaklanjuti temuan TBC tersebut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan provinsi lain, karena komunitas KDEMI ini merupakan gabungan dari enam provinsi," jelas Yunita.

Program Speling sendiri diharapkan menjadi gerakan masif yang menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X