Sabtu, 13 Juni 2026

Tampil di Undip, Ning Nawal Tekankan Pentingnya Budi Pekerti Luhur bagi Perempuan Berilmu

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 26 April 2025 | 09:01 WIB
Tampil di Undip, Ning Nawal Tekankan Pentingnya Budi Pekerti Luhur bagi Perempuan Berilmu. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Tampil di Undip, Ning Nawal Tekankan Pentingnya Budi Pekerti Luhur bagi Perempuan Berilmu. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Perempuan memiliki peran sentral sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu, menuntut ilmu sepanjang hayat menjadi sebuah keniscayaan bagi kaum hawa. Namun, memiliki segudang ilmu pengetahuan saja dinilai tidaklah cukup.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menekankan bahwa fondasi pendidikan yang sesungguhnya tidak hanya bertumpu pada keluasan ilmu.

Mengingat perempuan adalah sumber emosional dan pembentuk karakter utama dalam keluarga, budi pekerti luhur menjadi modal yang tak kalah penting.

Hal tersebut disampaikan Ning Nawal, sapaan akrabnya, dalam acara Peringatan Hari Kartini dan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat 25 April 2025, di Engineering Hall Dekanat FT.

"Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan bukan hanya dengan kecerdasan atau ilmu pengetahuannya, tapi dengan sumbangsih, perjuangan, empati, etika, ketulusan, dan kelembutan hati. Itu merupakan salah satu modal besar dari perempuan," ungkap Ning Nawal di hadapan para anggota DWP FT Undip.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar Kartini masa kini mampu melahirkan nilai-nilai luhur dalam setiap inovasi yang diciptakan.

Menurutnya, inovasi sehebat apa pun, termasuk teknologi canggih, akan kehilangan arah tanpa dilandasi nilai-nilai luhur.

"Jadi, tidak hanya cerdas, tapi seorang perempuan harus penuh rasa empati, penuh keluhuran hati," tegasnya.

Ning Nawal mendorong para wanita untuk memanfaatkan ilmunya dalam memberdayakan diri dan sesama.

Ia mengajak perempuan untuk berani menginspirasi dan mengabdi dengan hati yang tulus, bukan demi prestasi semata atau mengharapkan apresiasi, melainkan karena adanya makna keluhuran dalam setiap tindakan.

Di sisi lain, Ning Nawal juga menyoroti pentingnya kehadiran perempuan dalam sektor-sektor strategis dan pengambilan keputusan. Ia berharap perempuan dapat aktif di dunia pendidikan, ruang publik, ruang kebijakan, forum-forum, hingga lingkup internasional.

"Karena Kartini dalam memperjuangkan perempuan juga lewat suara, lewat surat-suratnya. Di era teknologi ini kita juga harus bersuara, memberikan sumbangsih, memberikan ilmu untuk memberdayakan perempuan lain. Kita berikan keberanian, kita bisa menginspirasi perempuan lainnya. Maka kita harus betul-betul empowered women dan saling mendukung," tandas Penasihat DWP Provinsi Jawa Tengah ini.

Menanggapi dilema yang sering dihadapi perempuan antara memilih karier atau menjadi ibu rumah tangga, Ning Nawal menegaskan bahwa keduanya adalah pilihan yang sama-sama bermartabat dan mulia. Menurutnya, ibu rumah tangga memiliki kemuliaan tersendiri dalam mendidik anak-anak menjadi generasi unggul.

"Jadi menurut saya, ibu rumah tangga juga memberikan satu kontribusi luar biasa dan mereka juga sangat mulia. Oleh karena itu, ayo maju bersama, karena pendidikan itu bukan hanya butuh suara, tapi juga butuh pemikiran, butuh hati nurani, butuh keberanian, dan peran serta perempuan," pungkas istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Nawal Arafah didampingi Ketua DWP Fakultas Teknik Undip beserta jajarannya. Beliau juga menyempatkan diri meninjau pameran UMKM yang digelar di depan ruang pertemuan. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X