Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng Lemhanas RI: Analisa Ketahanan Wilayah dan Retret OPD Jadi Langkah Strategis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 April 2025 | 12:00 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng Lemhanas RI: Analisa Ketahanan Wilayah dan Retret OPD Jadi Langkah Strategis. (KlikSoloNews/dok Pmeprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng Lemhanas RI: Analisa Ketahanan Wilayah dan Retret OPD Jadi Langkah Strategis. (KlikSoloNews/dok Pmeprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COMGubernur Jateng, Ahmad Luthfi menggandeng Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) untuk memperkuat arah pembangunan daerah melalui analisa indeks ketahanan wilayah.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah awal penyusunan strategi pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang dinamis.

Dalam pertemuan bersama peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) angkatan ke-68 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa 22 April 2025, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana kerja sama dengan Lemhanas.

“Kita tetap menggandeng dan meminta saran kepada Lemhanas. Di sana ada Labkurtanas yang bisa menganalisis indeks ketahanan wilayah. Ini akan kita kerja samakan agar pembangunan ke depan bisa sejalan dengan panduan strategis dari Lemhanas,” ujar Luthfi.

Selain indeks ketahanan wilayah, kerja sama juga akan mencakup pelaksanaan retret bagi kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Retret ini dirancang sebagai forum strategis untuk mendalami dan menerjemahkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam konteks pembangunan daerah.

“OPD kita akan lakukan retret di bawah guidance Lemhanas, agar punya daya dobrak lebih kuat membangun wilayah. Ini akan jadi yang pertama dilakukan di tingkat provinsi,” tambah Luthfi yang didampingi Sekda Jateng, Sumarno.

Gubernur Lemhanas RI, Ace Hasan Syadzily, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung Pemprov Jateng dalam analisa strategis maupun pembinaan SDM aparatur pemerintahan.

“Kami siap bekerja sama, baik dalam hal analisis ketahanan maupun retret OPD. Ini bagian dari proses pendidikan dan penguatan pemimpin masa depan,” ungkap Ace.

Ace juga menjelaskan, dipilihnya Jawa Tengah sebagai lokasi SSDN angkatan ke-68 bukan tanpa alasan. Posisi strategis provinsi ini, keberadaan kawasan ekonomi khusus, dan program-program nasional yang berjalan menjadi dasar pemilihan lokasi.

“Presiden Prabowo telah mencanangkan Asta Cita. Salah satunya ketahanan pangan, energi, dan ekonomi. Jateng punya potensi strategis untuk mendukung misi tersebut,” tegasnya.

Selama SSDN berlangsung, peserta akan menggali beragam isu, termasuk dimensi Asta Gatra—mulai dari ideologi, ekonomi, sosial-budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Penekanan juga diberikan pada kesiapan menghadapi dinamika geo-politik dan geo-ekonomi global.

“Para calon pemimpin harus bisa mengantisipasi dan memanfaatkan peluang global untuk memperkuat ketahanan nasional kita,” tutup Ace.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi pusat-daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional yang kokoh.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X