Jumat, 12 Juni 2026

Atasi Darurat Sampah, Gubernur Ahmad Luthfi Bentuk Tim Khusus Siapkan Roadmap Penanganan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 April 2025 | 12:30 WIB
Atasi Darurat Sampah, Gubernur Ahmad Luthfi Bentuk Tim Khusus Siapkan Roadmap Penanganan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Atasi Darurat Sampah, Gubernur Ahmad Luthfi Bentuk Tim Khusus Siapkan Roadmap Penanganan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SALATIGA, KLIKSOLONEWS.COMGubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengumumkan pembentukan tim khusus untuk menangani persoalan darurat sampah di wilayahnya.

Tim ini ditugaskan menyusun role model dan roadmap pengolahan sampah yang siap direplikasi ke seluruh daerah dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Sampah kita bahas. Kita sudah bentuk tim, minimal dalam tiga bulan kita sudah punya roadmap untuk darurat sampah di daerah kita,” ujar Luthfi usai membuka Musrenbangwil Eks Karesidenan Semarang Raya di Aula Kaloka Setda Kota Salatiga, Selasa (22/4/2025).

Gubernur menekankan bahwa pengolahan sampah dapat dilakukan dengan berbagai metode, tergantung pada kapasitas daerah.

Di antaranya sistem RDF (Refused Derived Fuel) untuk wilayah dengan produksi sampah di bawah 200 ton per hari, dan sistem pengelolaan regional untuk kapasitas hingga 1.000 ton per hari.

“Darurat sampah ini masalah nyata yang harus segera kita tuntaskan. Saya juga sudah koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena target nasional adalah zero waste pada 2029,” tegasnya.

Luthfi menyampaikan meski nantinya akan ada kebijakan dari pemerintah pusat, Pemprov Jateng mengambil langkah proaktif dengan mengidentifikasi batas kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Wilayahnya Pak Ngesti (Bupati Semarang) itu salah satu yang menjadi perhatian kami. Tapi anggaran untuk sampah di kabupaten/kota saya lihat sangat kecil, ada yang cuma Rp 40 juta per tahun. Itu dapat apa?” cetusnya.

Dalam paparannya, Luthfi juga mengungkap bahwa dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah investor dari dalam dan luar negeri telah menemui dirinya, menawarkan berbagai teknologi pengolahan sampah. Namun keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan kajian tim khusus yang saat ini tengah bekerja.

“Semua masih kami pelajari, kami ingin solusi yang tepat, cepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X