Sabtu, 13 Juni 2026

Jateng Kekurangan Pemandu Gunung, Gus Yasin Dorong Pelatihan Kompetensi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 22 April 2025 | 17:00 WIB
Jateng Kekurangan Pemandu Gunung, Gus Yasin Dorong Pelatihan Kompetensi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Jateng Kekurangan Pemandu Gunung, Gus Yasin Dorong Pelatihan Kompetensi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyoroti peluang besar dari profesi pemandu wisata pendaki gunung di Jawa Tengah.

Menurutnya, kebutuhan tenaga pemandu profesional masih sangat tinggi, seiring lonjakan jumlah pendaki domestik dan mancanegara di 15 gunung yang tersebar di wilayah ini.

Mengutip data Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), terdapat sekitar 960 ribu wisatawan per tahun yang mendaki gunung-gunung di Jateng.

Namun, jumlah pemandu profesional baru mencapai sekitar 140 orang, sehingga peluang untuk mengembangkan profesi ini dinilai sangat potensial.

“Ini menarik karena ternyata season pendaki dari luar negeri seperti Prancis terjadi antara April sampai Oktober, sementara dari dalam negeri meningkat pada Mei hingga Oktober. Tapi saat hujan deras di akhir tahun jadi low season,” kata Gus Yasin, usai membuka pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang I, Selasa 22 April 2025.

Pelatihan pemandu wisata pendaki gunung ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan oleh BLK Semarang I, bekerja sama dengan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID).

Gus Yasin menyebut, program ini layak untuk terus dikembangkan sebagai inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari pelatihan berbasis kompetensi yang digelar BLK Semarang I, dengan total hampir 200 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk korban PHK dan masyarakat dari desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Selain pemandu gunung, pelatihan lain juga mencakup ekowisata, barista, dan commercial cookery.

“Sheylla Ayunda, instruktur tour guide di BLK Semarang I, menyampaikan bahwa peserta tidak dibatasi umur maupun latar belakang pendidikan formal terakhir. Usai pelatihan, mereka mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ungkapnya.

Pelatihan ini juga menjalin kemitraan dengan dunia usaha, seperti Tomoro Coffee, guna memastikan lulusan terserap di dunia kerja. Bahkan, menurut Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz, tingkat penyerapan alumni pelatihan BLK saat ini telah mencapai 80 persen.

Gus Yasin menambahkan bahwa inovasi pelatihan seperti ini penting untuk membuka akses masyarakat terhadap peluang kerja baru yang relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan pasar.

“Saya senang inovasi di BLK semakin bertambah, halaman juga luas, fasilitas memadai. Ini bisa jadi pusat pelatihan unggulan yang mengakomodasi kebutuhan kerja masyarakat Jateng,” ujarnya.

Tahun ini, BLK Semarang I menargetkan melatih 1.764 peserta dalam berbagai bidang keterampilan berbasis kompetensi.

Dengan potensi wisata alam yang luar biasa, serta tingginya minat kunjungan wisatawan, Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk melahirkan lebih banyak tenaga profesional di bidang pariwisata, khususnya pemandu gunung yang andal dan bersertifikat. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X