Sabtu, 13 Juni 2026

Kecelakaan Lift Tewaskan 5 Pekerja, Ketua Panitia Proyek Pembangunan RS PKU Blora Resmi Tersangka

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 18 April 2025 | 16:43 WIB
Kecelakaan Lift Tewaskan 5 Pekerja, Ketua Panitia Proyek Pembangunan RS PKU Blora Resmi Tersangka. (KlikSolonews/dok Polres Blora)
Kecelakaan Lift Tewaskan 5 Pekerja, Ketua Panitia Proyek Pembangunan RS PKU Blora Resmi Tersangka. (KlikSolonews/dok Polres Blora)

BLORA, KLIKSOLONEWS.COM — Kepolisian Resor (Polres) Blora resmi menetapkan Drs. Sugiyanto (60), Ketua Panitia Pembangunan Gedung Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lift yang merenggut lima nyawa dan melukai delapan pekerja lainnya.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 8 Februari 2025 sekitar pukul 07.30 WIB, di lokasi proyek pembangunan gedung rumah sakit yang berada di Jalan Raya Blora-Cepu KM.3, Desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Kronologi lift jatuh bermula ketika 13 pekerja konstruksi menaiki lift (tipe alimak) untuk menuju lantai tiga dan empat bangunan yang tengah dibangun.

Namun saat lift bergerak naik, terdengar suara decitan mencurigakan dari kabel seling mesin. Tak lama kemudian, lift terjun bebas dari ketinggian sekitar 20 meter, menyebabkan kerusakan fatal dan kepanikan di lokasi.

Sebanyak lima pekerja meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis, sementara delapan lainnya mengalami luka berat. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk komponen lift yang rusak.

Dalam keterangan resmi, Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto mengungkapkan Sugiyanto ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai dalam pengawasan dan pemeliharaan alat berat yang digunakan di proyek tersebut.

“Kami telah menetapkan satu tersangka, yakni Ketua Panitia Pembangunan, karena diduga lalai dalam pengawasan dan pemeliharaan alat berat,” ujar Kompol Slamet.

Sugiyanto dijerat dengan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 KUHPidana, yakni tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian dan luka-luka.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami aspek keselamatan kerja di proyek tersebut, termasuk kepatuhan terhadap peraturan teknis yang berlaku. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap alat berat lainnya yang masih digunakan di lokasi proyek.

“Kami akan mengusut tuntas kasus ini, dan mengimbau seluruh pelaksana proyek konstruksi untuk memprioritaskan keamanan kerja,” tegas Kompol Slamet.

Penyidikan terbuka untuk kemungkinan adanya tersangka tambahan dari pihak lain yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pengelolaan proyek.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Banyak pihak kini menyoroti standar keselamatan proyek konstruksi di wilayah Blora dan sekitarnya.

Keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan, dan meminta pertanggungjawaban serta kompensasi atas musibah yang mereka alami.

Warga Blora dan pemerhati keselamatan kerja berharap kasus ini menjadi peringatan keras agar setiap pembangunan, khususnya yang melibatkan pekerja dalam skala besar, benar-benar mengutamakan keselamatan jiwa.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X