SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Insiden nahas menimpa seorang anak berusia sekitar empat tahun di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jurug, Solo.
Bocah malang tersebut jatuh dari balkon lantai tiga salah satu unit hunian di Blok A, saat ditinggal ibunya berbelanja. Meski selamat, ia mengalami patah tulang paha dan luka di kepala, dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi.
Peristiwa tersebut menjadi pukulan telak sekaligus peringatan keras terhadap kondisi fisik bangunan yang selama ini luput dari perhatian. Kondisi kerusakan fasilitas di lingkungan rusun dinilai membahayakan keselamatan penghuni, terutama anak-anak.
Menanggapi kejadian ini, Komisi III DPRD Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Wakil Ketua Komisi III, YF Sukasno, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik keras terhadap minimnya pemeliharaan yang dilakukan Pemerintah Kota.
“Meski insiden ini tak sepenuhnya disebabkan pagar rusak, tapi pagar besi yang ada saat ini sudah keropos, cat mengelupas, dan sangat tidak layak. Ini alarm serius bagi pemkot untuk bertindak cepat,” ujarnya, Kamis 17 April 2025.
Sukasno menegaskan, Rusunawa Jurug yang dibangun pada 2010 kini telah menunjukkan banyak kerusakan, dan anggaran khusus pemeliharaan seharusnya disiapkan secara berkala.
Selain soal keamanan fisik, anggota dewan juga menyoroti tingginya beban biaya listrik yang harus ditanggung para penghuni. Biaya bulanan mencapai Rp 300 ribu dinilai tak sejalan dengan status penghuni yang mayoritas masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
-
“Sistem kelistrikan harus ditata ulang agar lebih adil dan efisien. Ini rusun untuk rakyat kecil, bukan apartemen mewah,” tegas Sukasno.
Septic Tank Terbuka dan Besi Hilang
Sekretaris Komisi III, Sonny, menyebutkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di balkon. Dalam sidak, pihaknya menemukan septic tank terbuka setinggi dua meter dan beberapa bagian pagar yang hilang, membuat area rusun semakin berisiko.
“Bagi anak-anak, ini sangat berbahaya. Kami tidak bisa diam. Kami minta Dinas Perkim segera menindaklanjuti temuan ini dalam waktu maksimal dua minggu,” tegasnya.
Sonny menambahkan bahwa pihaknya akan mengawal dan mengawasi langsung proses perbaikan agar kejadian serupa tak terulang.
Setelah melakukan peninjauan, rombongan Komisi III DPRD tidak langsung kembali ke kantor. Mereka langsung menuju RSUD dr. Moewardi untuk menjenguk korban dan memberi dukungan moril kepada keluarga.
“Kami ingin memastikan anak korban tertangani dengan baik dan keluarga mendapat dukungan. Ini bentuk empati kami, dan kami berharap semua pihak serius menyikapi kejadian ini,” pungkas Sonny.(KS01)