SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Sebanyak 307 siswa kelas X SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-35 mengikuti kegiatan pembekalan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Soemarno, di Gedung Grhadika Bakti Praja, Selasa 15 April 2025.
Agenda ini merupakan bagian dari kunjungan rutin tahunan yang bertujuan memperkenalkan para siswa dengan struktur dan fungsi pemerintahan daerah.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Brigjen TNI M Imam Gogor Agnie Aditya. Dalam sambutannya, perwakilan siswa Aruamisya menyampaikan antusiasme teman-temannya untuk belajar langsung dari pemerintah provinsi.
“Kami ingin memahami bagaimana struktur pemerintahan di Jawa Tengah bekerja dan bagaimana kebijakan publik dijalankan,” ujar Aruamisya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, menyebut pertemuan ini sebagai momentum silaturahmi yang bertepatan dengan bulan Syawal, sekaligus wadah menanamkan nilai integritas sejak dini.
“Belajar jadi ASN dan pemimpin yang berintegritas harus dimulai sekarang. Ini bagian dari tanggung jawab sebagai pelajar,” kata Uswatun yang akrab disapa Uus.
Ia juga menyampaikan sejak 2014, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran beasiswa penuh untuk sepuluh siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu setiap tahunnya agar bisa menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Nilai beasiswa mencapai Rp 249 juta per siswa, termasuk uang saku bulanan sebesar Rp 500 ribu.
“Total sudah ada 110 siswa yang menerima beasiswa. Banyak di antaranya kini telah lulus kuliah dan bekerja di instansi pemerintahan maupun swasta,” jelasnya.
Sekda Provinsi Jateng, Soemarno mengapresiasi kehadiran para siswa Taruna Nusantara, yang ia sebut sebagai “miniatur Indonesia” karena berasal dari berbagai provinsi di tanah air.
“Adik-adik adalah siswa pilihan, calon pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Soemarno.
Dalam sesi diskusi, seorang siswa asal Aceh menanyakan prioritas pembangunan Jawa Tengah. Soemarno menjelaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama, dengan indikator kesejahteraan masyarakat yang mencakup pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga stabilitas inflasi di angka 4–5 persen.
“Semua tujuan pembangunan bermuara pada satu hal: kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(ks01)