Sabtu, 13 Juni 2026

Polresta Surakarta Bantah Situsnya Diretas dan Dipakai untuk Judol, Kasat Reskrim: Server Ibutogel dari Luar Negeri

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 14 April 2025 | 18:55 WIB
Polresta Surakarta Bantah Situsnya Diretas dan Dipakai untuk Judol, Kasat Reskrim: Server Ibutogel dari Luar Negeri. (KlikSoloNews/Polresta Surakarta)
Polresta Surakarta Bantah Situsnya Diretas dan Dipakai untuk Judol, Kasat Reskrim: Server Ibutogel dari Luar Negeri. (KlikSoloNews/Polresta Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta menegaskan, terkait kabar yang menyebut situs mereka dibajak dan dijadikan laman judi online.


Klarifikasi ini diberikan setelah muncul pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang menyatakan bahwa situs Polresta dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal tersebut.


Kasat reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa situs yang digunakan untuk judi online bukanlah bagian dari domain resmi Polresta Surakarta.


“Situs yang digunakan itu bukan milik kami. Situs resmi kami adalah polresta.surakarta.go.id, sedangkan situs yang dipermasalahkan menggunakan alamat polrestasurakarta.com yang sama sekali tidak terkait dengan institusi,” kata Prastiyo saat ditemui di Mapolresta Solo, Senin 14 April 2025.


Kasat Reskrim menyebut, nama Polresta Surakarta diduga sengaja dicatut pihak tak bertanggung jawab demi membuat laman judi tersebut tampak sah dan terpercaya.


Setelah menerima laporan masyarakat, Polresta Surakarta langsung melakukan penyelidikan awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengajukan pemblokiran terhadap situs tersebut. Langkah tersebut membuahkan hasil cepat: laman itu kini telah diblokir dan tidak lagi bisa diakses publik.


“Penelusuran kami menunjukkan situs tersebut terhubung ke server luar negeri dan merupakan bagian dari jaringan situs judi online. Situs yang mencatut nama Polresta Surakarta hanya berfungsi sebagai pintu masuk ke situs induk yang bernama ibutogel,” terang Prastiyo.


Pihaknya juga terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku di balik pembuatan situs ilegal tersebut. Menurutnya, penggunaan nama institusi negara untuk kepentingan ilegal merupakan bentuk pelanggaran serius.


Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polresta Surakarta memperkuat pengawasan siber melalui patroli dunia maya yang rutin dilakukan. Operasi ini dikoordinasikan langsung dengan Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.


“Kami terus lakukan patroli siber dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk menindak pelaku penyalahgunaan nama institusi, terutama dalam konteks kejahatan siber seperti ini,” tegasnya.


Sebelumnya, isu terkait dugaan peretasan situs Polresta Surakarta sempat menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Namun, dengan pemblokiran situs yang mencatut nama dan klarifikasi dari pihak kepolisian, situasi kini telah kembali kondusif.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X