Jumat, 12 Juni 2026

Gathering Malibujari 2025: Mahasiswi Asal Papua Barat Dapat Beasiswa S2

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 11 April 2025 | 10:35 WIB
Keluarga Iriana Rahmawati, lulusan S1 Hukum UMS asal Manokwari, Papua Barat, yang mendapat hadiah beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 di UMS. Gathering Malibujari 2025: Mahasiswi Asal Papua Barat Dapat Beasiswa S2. (Kliksolonews/dok UMS)
Keluarga Iriana Rahmawati, lulusan S1 Hukum UMS asal Manokwari, Papua Barat, yang mendapat hadiah beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 di UMS. Gathering Malibujari 2025: Mahasiswi Asal Papua Barat Dapat Beasiswa S2. (Kliksolonews/dok UMS)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) malam itu terasa lebih dari sekadar tempat berkumpul.

Kamis 10 April 2025, suasana berubah menjadi ruang kehangatan dan haru dalam acara tahunan Gathering Malibujari, pertemuan akbar yang mempertemukan mahasiswa lintas budaya dari luar Jawa dan luar negeri, para wali mahasiswa, serta pimpinan universitas menjelang wisuda.

Tahun ini, agenda yang rutin digelar tersebut kembali menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi. Namun, ada satu momen yang mencuri perhatian dan meninggalkan kesan mendalam: kisah seorang ibu dari Papua Barat.

Suharti (56), yang datang jauh-jauh dari Manokwari, berdiri di antara ratusan tamu. Ia membawa kisah tentang perjuangan dan harapan. Saat sesi tanya jawab dibuka, ia tak ragu mengambil kesempatan untuk berbicara langsung kepada Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi.

Dengan nada tenang namun sarat emosi, Suharti membagikan kisah anaknya, Iriana Rahmawati (23), yang baru saja menyelesaikan studi di Fakultas Hukum UMS.

Ia menceritakan bagaimana UMS menjadi pilihan utama karena nilai-nilai Islam yang terkandung dalam kurikulum serta lingkungan Solo yang ia nilai aman dan bersahabat.

Namun yang terjadi selanjutnya membuat seluruh hadirin terpaku. Rektor UMS, tersentuh oleh ketulusan dan keyakinan sang ibu, secara langsung mengumumkan bahwa Iriana akan menerima beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan S2 di UMS.

Pengumuman itu sontak disambut tepuk tangan dan sorak haru dari hadirin. Suharti tak mampu membendung air mata, tak menyangka keberaniannya malam itu menjadi pembuka jalan bagi masa depan sang putri.

“Dari awal saya yakin, UMS bukan sekadar kampus. Ini adalah tempat yang bisa membentuk karakter, nilai, dan kesiapan hidup anak saya. Saya tak pernah ragu menitipkan masa depan Iriana di sini,” ungkap Suharti, penuh rasa syukur.

Rektor UMS dalam sambutannya menegaskan bahwa acara seperti Malibujari bukan hanya sebagai bentuk penghormatan bagi mahasiswa dan orang tua, tetapi juga sebagai wujud komitmen UMS dalam menciptakan ruang pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Ia juga menyoroti capaian-capaian UMS yang semakin gemilang di kancah global.

Salah satu pencapaian yang dibanggakan adalah posisi UMS dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE), yakni di rentang 1.201–1.500 dunia, peringkat dua nasional setelah Universitas Indonesia, serta predikat kampus Islam terbaik di Indonesia.

Reputasi UMS pun kian mendunia, terlihat dari meningkatnya pendaftar mahasiswa asing yang kini mencapai ribuan setiap tahunnya.

Sebagai penutup malam yang penuh makna, My UMS Band tampil membawakan lagu-lagu penuh semangat dan keceriaan. Suasana menjadi lebih hidup, menyempurnakan malam kebersamaan yang akan dikenang sebagai salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian menuju wisuda.

Gathering Malibujari 2025 tidak hanya menjadi panggung apresiasi, tetapi juga cermin dari semangat UMS untuk merangkul setiap latar belakang budaya, menjembatani perbedaan, dan membangun masa depan yang cerah bersama. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X