SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menyampaikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025 berlangsung aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikannya usai memimpin upacara Kenaikan Pangkat personel Polresta Surakarta pada Rabu 9 April 2025.
"Alhamdulillah Operasi Ketupat sudah berakhir hari ini dan selama 14 hari pelaksanaannya secara keseluruhan berjalan dengan aman dan lancar. Hanya ada satu kejadian menonjol, yakni kasus pelecehan seksual yang terjadi kemarin sore di Jalan Kuantan, Jagalan, Kecamatan Jebres," ujar Kapolresta.
Kapolresta menambahkan pengamanan jalur arus mudik dan balik, khususnya untuk transportasi darat, telah berjalan optimal. Pihaknya juga telah menempatkan personel lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
"Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 5 kasus atau setara dengan 16 persen dibandingkan tahun 2024. Tahun lalu tercatat 32 kasus, sedangkan tahun ini hanya 27 kasus," ungkap Catur.
Sementara itu, data pergerakan penumpang selama periode Lebaran menunjukkan tren yang bervariasi di berbagai moda transportasi. Terminal Tirtonadi mengalami lonjakan jumlah penumpang signifikan.
"Keberangkatan penumpang dari Terminal Tirtonadi naik 80.831 penumpang atau meningkat 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, Stasiun KA Purwosari dan KA Jebres mencatat penurunan masing-masing sebesar 47% dan 35%. Stasiun KA Balapan justru mengalami lonjakan tajam, tumbuh 171% atau naik sebanyak 90.243 penumpang," jelasnya.
Untuk kedatangan penumpang, Terminal Tirtonadi mencatatkan peningkatan sebesar 83.199 penumpang atau naik 55 persen dari tahun lalu. Stasiun KA Purwosari turun 48% atau 17.525 penumpang, sedangkan Stasiun Jebres menurun ringan sebesar 3% atau 463 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Balapan mencatat kenaikan penumpang sebanyak 79.928 orang atau naik 122%.
Catatan Laporan Polisi Selama Operasi
Sepanjang Operasi Ketupat Candi 2025 yang berlangsung dari 26 Maret hingga 8 April 2025, Polresta Surakarta menerima 10 laporan polisi yang terdiri dari kasus bunuh diri (dua kasus), mabuk di tempat umum (5 kasus), penjual minuman keras (1 kasus), pencurian dengan pemberatan (1 kasus), dan perbuatan cabul (1 kasus).
“Situasi yang relatif aman ini tentunya berkat sinergi antara seluruh unsur terkait, termasuk peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban. Hal inilah yang mencegah terjadinya insiden-insiden yang tidak diinginkan,” ujar Kapolresta.
Untuk mengamankan jalannya Operasi Ketupat Candi 2025, Polresta Surakarta mengerahkan sekitar 900 personel gabungan yang tersebar di berbagai titik strategis.
Adapun pos pengamanan yang disiagakan meliputi 3 Pos Pengamanan (Pospam): Makutho, Faroka, dan Jurug, Pos Pelayanan: Beteng Vastenburg, Pos Terpadu: Gilingan, dan Pos Aglomerasi: Exit Tol Klodran
Operasi Ketupat Candi 2025 di Kota Surakarta ditutup dengan catatan positif, menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H. (KS01)