Jumat, 12 Juni 2026

Jateng Targetkan Produksi Padi 11,8 Juta Ton Tahun 2025, Gubernur Luthfi Optimistis Capai Sasaran

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 8 April 2025 | 07:00 WIB
Jateng Targetkan Produksi Padi 11,8 Juta Ton Tahun 2025, Gubernur Luthfi Optimistis Capai Sasaran. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Jateng Targetkan Produksi Padi 11,8 Juta Ton Tahun 2025, Gubernur Luthfi Optimistis Capai Sasaran. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SUKOHARJO, KLIKSOLONEWS.COMGubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan optimisme tinggi terhadap target produksi padi provinsi sebesar 11,8 juta ton pada tahun 2025.

Target ambisius tersebut berasal dari lahan tanam seluas 2.311.660 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Panen Raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin 7 April 2025.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Panen Raya Serentak 14 Provinsi, yang dipusatkan di Jawa Barat dan dihadiri secara daring Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Jawa Tengah diberikan target 11,8 juta ton. Hingga April ini, kita telah mengelola penanaman padi seluas 716 ribu hektare dan menghasilkan panen sebesar 4,09 juta ton. Bila melihat progres ini, saya yakin Jawa Tengah mampu mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Gubernur Luthfi di sela kegiatan panen.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga memimpin proses panen menggunakan combine harvester bersama Bupati Sukoharjo.

Ia memaparkan bahwa pada tahun 2024, Jawa Tengah mencatatkan produksi 8,89 juta ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 1.554.777 hektare, menjadikannya produsen padi terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur.

Khusus Kabupaten Sukoharjo, pada 2024 tercatat luas tanam mencapai 42.441 hektare dengan produksi 319.661 ton GKG, berkontribusi 3,60 persen dari total produksi provinsi.

Untuk tahun 2025, diperkirakan luas panen di Sukoharjo meningkat hingga 60.000 hektare, dengan potensi panen Januari–April 2025 mencapai 17.056 hektare dan estimasi produksi 109.571 ton GKG.

Gubernur Luthfi menekankan bahwa pencapaian ini tidak mungkin diraih tanpa sinergi berbagai pihak.

“Jawa Tengah adalah lumbung pangan nasional. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi semua pihak—Kodam IV/Diponegoro, Polda Jateng, Bulog, BPS, serta seluruh pemda. Ini amanah Presiden untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Tantangan dan Langkah Mitigasi

Gubernur juga mengakui bahwa sektor pertanian menghadapi banyak tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, perubahan iklim, serangan hama, hingga fluktuasi harga.

Namun, berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, seperti penyerapan hasil panen oleh Bulog, penetapan harga acuan oleh pemerintah pusat, dan penerapan teknologi pertanian untuk pengendalian hama dan penyediaan irigasi.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir secara daring dalam panen raya, memberikan apresiasi atas capaian Jawa Tengah.

“Kalau bisa mencapai target, ini luar biasa. Kita tidak akan terlalu terpengaruh dengan kondisi pangan global. Ini semangat bagi kita semua untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Keberhasilan Jawa Tengah dalam mendongkrak produksi padi diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mendukung swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X