Sabtu, 13 Juni 2026

Tradisi Sungkeman Pangabekten Keraton Surakarta, Wujud Syukur dan Kebersamaan Keluarga Dalem

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 6 April 2025 | 22:28 WIB
Tradisi Sungkeman Pangabekten Keraton Surakarta, Wujud Syukur dan Kebersamaan Keluarga Dalem. (KlikSoloNews/dok)
Tradisi Sungkeman Pangabekten Keraton Surakarta, Wujud Syukur dan Kebersamaan Keluarga Dalem. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menggelar tradisi tahunan Hajad Dalem Sungkeman Pangabekten 1446 Hijriyah pada Minggu 6 April 2025. Acara sakral yang digelar di lingkungan Keraton Solo ini berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan.

Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus penghormatan antarkeluarga, yang dilaksanakan bertepatan dengan momen Bakdan Syawal atau yang dikenal sebagai Bakdan Kupat.

Urutan sungkeman diawali Permaisuri Keraton Surakarta GKR Pakoe Boewono yang pertama kali melakukan sungkem kepada Sri Susuhunan. Kemudian, Putra Mahkota menyusul, diikuti oleh para putri, adik-adik Sinuhun, dan segenap keluarga besar Keraton.

Setelah itu, dilanjutkan Sentono Dalem dan Abdi Dalem Keraton berkesempatan untuk menyampaikan pangabekti dan sungkem kepada SSISKS Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono.

Dalam acara ini, tampak hadir Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIII beserta Permaisuri, GKR Pakoe Boewono, sebagai pusat penghormatan keluarga besar Keraton. Putra Mahkota, KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, turut serta dalam prosesi, menambah khidmat suasana.

-
Tradisi Sungkeman Pangabekten Keraton Surakarta, Wujud Syukur dan Kebersamaan Keluarga Dalem. (KlikSoloNews/dok)

Sejumlah putri Sri Susuhunan seperti GKR Timoer Rumbai, GRAy. Devi Lelyana Dewi, GRAy. Ratih, dan GRAy. Putri Purnaningrum juga hadir.

Kehadiran GKR Alit selaku Pengageng Keputren, serta KGPH Drs Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Keraton menegaskan kuatnya tali kekeluargaan yang dibangun dalam tradisi ini.

Tidak ketinggalan, para adik perempuan Sinuhun seperti Gusti Raspiyah, Gusti Rahmaniyah, dan Gusti Dyah pun turut memeriahkan acara.

Menurut KGPH Dipokusumo, Sungkeman Pangabekten memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, seraya memohon maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi selama ini.

“Filosofinya adalah menawi lepat, kulo nyuwun pangapunten. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Sri Susuhunan, dan dikenal masyarakat luas sebagai halal bi halal dalam lingkungan Keraton,” jelasnya.

Selain keluarga dalem, acara ini juga diikuti oleh sekitar 400 Abdi Dalem yang turut menyampaikan penghormatan mereka kepada Raja dan Permaisuri.

-
Tradisi Sungkeman Pangabekten Keraton Surakarta, Wujud Syukur dan Kebersamaan Keluarga Dalem. (KlikSoloNews/dok)

Urutan prosesi dimulai dari GKR Pakoe Boewono yang pertama kali bersungkeman kepada Sinuhun. Kemudian disusul oleh Putra Mahkota, para putri, kerabat, serta para Sentono dan Abdi Dalem.

Acara ini juga dimeriahkan dengan simbol budaya kupat disiram kuah santan, yang melambangkan keikhlasan dan pembersihan diri.

Perpaduan antara tradisi Jawa dan nilai-nilai Islam ini menjadi pengingat akan pentingnya harmoni, saling memaafkan, dan menjaga silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.

Diharapkan, Sungkeman Pangabekten terus lestari sebagai warisan budaya luhur Keraton Solo yang sarat nilai spiritual dan sosial.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X