Sabtu, 13 Juni 2026

Respons Kebijakan Donald Trump, Bank Indonesia Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah Hadapi Kebijakan Tarif AS

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 6 April 2025 | 19:20 WIB
Negara-negara Asia Tenggara. seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga terkena imbas dengan tarif berkisar antara 24 hingga 49 persen. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Negara-negara Asia Tenggara. seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga terkena imbas dengan tarif berkisar antara 24 hingga 49 persen. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM  – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, menyusul pengumuman kebijakan tarif impor terbaru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal April 2025.

Kebijakan tersebut memberi dampak langsung terhadap dinamika perdagangan global, termasuk terhadap perekonomian Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya pada Sabtu 5 April 2025, menyatakan BI akan terus mengoptimalkan penggunaan instrumen triple intervention guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional dan memastikan kecukupan likuiditas valuta asing (valas) untuk kebutuhan perbankan serta dunia usaha.

“BI terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik pasca pengumuman kebijakan tarif Trump yang baru pada 2 April 2025,” ujar Ramdan dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Triple intervention BI dilakukan melalui tiga langkah utama yakni Intervensi di pasar valas melalui transaksi spot, Pengelolaan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat kepercayaan pelaku pasar serta menstabilkan kurs rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Kebijakan tarif AS yang diumumkan pada 2 April memicu respon cepat dari Tiongkok, yang melakukan retaliasi tarif pada 4 April. Hal ini membuat pasar global bergejolak. Indeks saham global menunjukkan tren pelemahan, sementara yield US Treasury menurun ke level terendah sejak Oktober 2024.

BI menyampaikan pihaknya akan terus mencermati perkembangan tersebut dan mengambil langkah preventif untuk meredam dampak negatif terhadap ekonomi domestik.

Dalam pernyataan yang sama, BI juga menginformasikan seluruh operasi moneter ditangguhkan selama periode libur nasional dan cuti bersama dalam rangka perayaan Idul Fitri serta Hari Suci Nyepi. Operasional BI akan kembali normal pada Selasa, 8 April 2025.

Dalam pengumuman bertajuk “Make America Wealthy Again” yang digelar di Rose Garden, Gedung Putih, Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif impor sebesar 10 persen untuk berbagai negara, termasuk Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak paling besar, dengan tarif mencapai 32 persen, menempati urutan kedelapan dalam daftar negara yang terkena dampak.

Negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga terkena imbas dengan tarif berkisar antara 24 hingga 49 persen.

Trump menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di AS.

Menanggapi perkembangan ini, BI menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya nilai tukar rupiah, agar tetap terjaga dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan mendukung stabilitas perekonomian nasional melalui kebijakan yang adaptif dan responsif,” tutup Ramdan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X