Jumat, 12 Juni 2026

Pemerintah Targetkan Peta Jalan AI Rampung dalam Tiga Bulan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 21 Maret 2025 | 22:39 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (KlikSoloNews/dok Komdigi)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (KlikSoloNews/dok Komdigi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM  – Pemerintah Indonesia tengah menyusun peta jalan (roadmap) kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan. Langkah ini diambil guna mewujudkan tata kelola AI yang lebih terarah dan berkelanjutan di Tanah Air.


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan Pemerintah telah menggelar berbagai forum diskusi dan menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan guna memastikan peta jalan AI disusun secara komprehensif.

“Diskusi sudah berlangsung di beberapa forum, termasuk kerja sama dengan beberapa organisasi dan perusahaan yang turut mendukung,” ujar Nezar dalam Forum Diskusi Masa Depan Tata Kelola AI di Indonesia: Pembelajaran dari Praktik Global, yang digelar di Jakarta Pusat pada Rabu 19 Maret 2025.

Nezar menekankan bahwa regulasi yang telah diterapkan di berbagai negara maju dapat menjadi referensi dalam penyusunan Peta Jalan AI Indonesia. Ia juga mengapresiasi berbagai studi yang telah dilakukan oleh lembaga terkait, yang memberikan rekomendasi guna menciptakan tata kelola AI yang lebih inklusif.

“Saya kira penting adanya studi yang dilakukan untuk memetakan posisi Indonesia dalam pengembangan AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa Pemerintah akan menerapkan regulasi berbasis insentif dan fleksibel untuk mendorong penerapan AI tanpa menciptakan beban kepatuhan yang tinggi.

“Kami tidak ingin menghambat inovasi karena AI berkembang sangat dinamis,” tegasnya.

Dalam penyusunan peta jalan ini, Pemerintah juga akan berfokus pada penyelesaian tantangan terkait infrastruktur AI. Kebijakan yang diambil akan bersifat inklusif guna meminimalkan tingginya biaya kepatuhan (cost of compliance). Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mendorong investasi dalam pengembangan talenta digital di bidang AI.

“Kita masih dalam tahap awal, sehingga dua hal utama ini harus kita perkuat sebelum melakukan lompatan besar,” imbuh Nezar.

Sementara itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Aju Widya Sari, menegaskan bahwa penyusunan peta jalan AI harus dilakukan dalam waktu yang singkat mengingat pesatnya perkembangan teknologi AI.

“Kita punya waktu sekitar tiga tahun yang paling fleksibel untuk menentukan langkah ke depan. Perkembangan AI sangat cepat, sehingga peta jalan ini harus selesai dalam waktu kurang dari itu,” jelas Aju.

Aju juga menambahkan bahwa peta jalan ini akan menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga terkait dalam merancang strategi pengembangan serta adopsi teknologi AI. Selain itu, dokumen ini juga akan menjadi acuan bagi pengawasan AI di sektor binaan masing-masing.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem AI yang kondusif dan berdaya saing global, sekaligus memastikan bahwa teknologi AI dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X