Jumat, 12 Juni 2026

Bullion Bank Resmi Hadir di Indonesia, Potensi Investasi Emas Makin Menggiurkan

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Kamis, 27 Februari 2025 | 21:36 WIB
Ilustrasi investasi emasi di Bullion Bank Indonesia. (Foto: Dok. Pegadaian)
Ilustrasi investasi emasi di Bullion Bank Indonesia. (Foto: Dok. Pegadaian)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Indonesia resmi menghadirkan Bullion Bank, sebuah institusi keuangan khusus yang menangani perdagangan dan pengelolaan emas.

Langkah ini diyakini akan membuka peluang besar bagi industri emas dalam negeri serta memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi utama bagi masyarakat.

Peresmian Bullion Bank oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari strategi hilirisasi emas dalam Asta Cita Prabowo-Gibran, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah dan optimalisasi cadangan emas Indonesia. Dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia, Indonesia kini memiliki sistem keuangan yang mampu mengelola emas dengan lebih efisien dan menguntungkan.

Bullion Bank adalah lembaga keuangan yang berperan dalam perdagangan, penyimpanan, serta fasilitas pembiayaan berbasis emas. Di negara-negara maju, bank semacam ini sudah menjadi bagian penting dalam ekosistem keuangan, seperti JPMorgan Chase, HSBC, UBS, dan ScotiaMocatta.

Kehadiran Bullion Bank di Indonesia, menjadikan transaksi emas lebih transparan dan terstruktur serta memudahkan akses masyarakat untuk investasi emas. Masyarakat bisa membeli dan menjual emas dalam bentuk digital maupun fisik dengan mekanisme perbankan yang terpercaya.

Dari sisi lain, investor juga  bisa mengakses pinjaman berbasis emas, baik untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya. Dengan sistem Bullion Bank, emas dapat digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Investasi emas terus mengalami pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data historis, harga emas di Indonesia mengalami kenaikan signifikan:

  • September 2023: Rp 939.919 per gram

  • September 2024: Rp 1.012.746 per gram (+7,75 persen)


Sementara itu, analis dari J.P. Morgan memprediksi harga emas global akan terus naik pada 2025. Hal ini didorong oleh faktor pemotongan suku bunga oleh The Fed yang meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Ditambah dengan peningkatan arus masuk investasi ke dana berbasis emas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kini harga emas secara global mengalami kenaikan hingga 27 persen di sepanjangtahun 2024, yang menjadi indikator kuat tren bullish di tahun-tahun mendatang.

Dengan keberadaan bullion bank, Pemerintah menargetkan terciptanya 1,8 juta lapangan kerja baru di sektor hilirisasi emas, mulai dari pertambangan hingga perdagangan emas ritel.

Melalui sistem yang lebih terintegrasi, masyarakat kini dapat lebih leluasa berinvestasi emas, baik dalam bentuk tabungan emas, deposito emas, maupun pembiayaan berbasis emas. (KS06)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X