Jumat, 12 Juni 2026

Mengoptimalkan Energi Terbarukan: Strategi Indonesia Mencapai Net Zero Emission pada 2060

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 5 Februari 2025 | 19:21 WIB
Menuju Net Zero Emission: Peran Sektor Listrik dalam Mewujudkan Energi Terbarukan di Indonesia. (KlikSoloNews/dok)
Menuju Net Zero Emission: Peran Sektor Listrik dalam Mewujudkan Energi Terbarukan di Indonesia. (KlikSoloNews/dok)

SURABAYA, KLIKSOLONEWS.COM - Indonesia menargetkan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, dengan sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu sektor kunci.

Meskipun langkah ini sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan, tantangan besar yang dihadapi adalah transisi dari energi fosil ke energi terbarukan yang membutuhkan perencanaan matang, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen jangka panjang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merancang strategi melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), yang tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga mengoptimalkan pasokan energi terbarukan dalam jangka panjang.

Sebagai panduan utama, RUKN memuat kebijakan, proyeksi permintaan, dan pengembangan sistem tenaga listrik, yang bertujuan mendukung transisi energi nasional menuju NZE.

Menurut Ir Wanhar, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan ESDM, RUKN juga akan menjadi acuan bagi provinsi dalam menyusun Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD).

"RUKN akan mengarahkan sektor ketenagalistrikan untuk lebih berfokus pada penggunaan sumber daya terbarukan, di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam proses tersebut," kata Wanhar dalam acara Local Media Community 2025 dengan tema 'Menavigasi Transisi dan Swasembada Energi: Peran dan Peluang Media Lokal' di Surabaya, Rabu (5/2/2025).

Transisi Energi

Indonesia masih memiliki ketergantungan yang cukup besar pada energi fosil, terutama batubara, sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik. Batubara saat ini mendominasi pasokan energi listrik nasional.

Namun, pemerintah berencana menggantikan sebagian besar pembangkit tenaga listrik yang berbahan bakar fosil dengan energi yang lebih ramah lingkungan, seperti green ammonia (NH3) yang lebih bersih, serta memperkenalkan pencampuran bioenergi.

"Proses pencampuran batubara dengan bioenergi, meskipun masih dalam tahap persiapan, diharapkan dapat mempercepat pengurangan emisi karbon di sektor pembangkit listrik," tandasnya.

Meskipun demikian, energi fosil, khususnya batubara, masih akan tetap digunakan hingga 2060. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transisi energi bukanlah perubahan instan, melainkan proses bertahap yang memerlukan waktu dan investasi besar.

engandalkan berbagai sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Penggunaan energi biotermal dan gas akan terus diperluas, sementara pemanfaatan energi terbarukan lainnya seperti tenaga angin, matahari, dan air tetap menjadi bagian dari strategi besar transisi energi.

Dalam sektor pembangkit listrik tenaga air, teknologi pump storage juga akan dikembangkan, yang memungkinkan penampungan energi dari air laut pada beban rendah dan pengalirannya pada saat beban puncak. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kestabilan pasokan listrik, tanpa menambah beban emisi karbon.

"Selanjutnya, mulai tahun 2032, pemerintah juga akan meluncurkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai alternatif energi yang rendah emisi," tutur Wanhar.

Dengan rencana tersebut, Indonesia diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Salah satu target ambisius pemerintah adalah untuk mencapai 74 persen dari total pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan pada tahun 2027.

Pencapaian ini akan menjadi langkah besar menuju keberlanjutan energi di Indonesia, yang membutuhkan kolaborasi intensif antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat.

Pada tahun 2045, konsumsi listrik per kapita diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 3.990 kWh, dan pada 2060, diproyeksikan menjadi 5.000 kWh. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X