Jumat, 12 Juni 2026

Tantangan dan Harapan di Balik Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Solo

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 15 Januari 2025 | 14:19 WIB
Tantangan dan Harapan di Balik Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Solo. (KlikSoloNews/dok)
Tantangan dan Harapan di Balik Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Solo. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Sebanyak 2.787 siswa dari tujuh sekolah di Kecamatan Jebres, Kota Solo, mulai merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 13 Januari 2025.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan dan perkembangan anak-anak, namun masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi di tahap awal pelaksanaannya.

Menurut Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, meskipun program ini sudah dimulai, hanya tujuh sekolah yang dapat berpartisipasi pada fase perdana.

Hal ini disebabkan keterbatasan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap beroperasi.

Saat ini, hanya dapur SPPG di Kelurahan Purwodiningratan yang dapat menyuplai makanan sehat dan bergizi bagi siswa di wilayah tersebut.

"Perdana MPG Solo ada 2.787 siswa di tujuh sekolah sekitar Kelurahan Purwodiningratan. Penentuan tujuh sekolah ini didasarkan pada aturan radius maksimal 2 kilometer dan kapasitas dapur SPPG yang hanya mampu melayani hingga 3.000 porsi per hari," ungkap Teguh.

Siswa yang menerima manfaat dari program ini terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA dan SMK.

Menu yang disajikan bagi mereka pun bervariasi, mencakup nasi putih, ayam goreng, sayur tumis sawi dan toge, buah jeruk, serta susu—semua bahan makanan yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Namun, meskipun pelaksanaan program ini sudah dimulai, Teguh menegaskan Pemkot Surakarta tidak sepenuhnya mengelola MBG.

“Pemkot hanya sebagai pelaksana lapangan, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab penuh atas pemenuhan gizi dan distribusi makanan,” ujarnya.

Dalam hal ini, Pemkot Solo masih menunggu arahan dari BGN terkait penambahan dapur SPPG agar lebih banyak sekolah dapat terlibat di tahap selanjutnya.

Meski begitu, Teguh mengapresiasi menu yang disajikan kepada para siswa. Menurutnya, meskipun proses memasak terpusat di satu dapur, variasi dalam pengolahan lauk sangat diperhatikan agar anak-anak tidak merasa bosan dengan menu yang sama, sekaligus memastikan asupan gizi tetap tercukupi.

“Tentu kami berharap program ini bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di Solo. Menu yang disiapkan sudah bagus, dan strategi variasi memasak sangat penting agar anak-anak tetap semangat menyantap makanannya,” pungkasnya.

Ke depannya, program MBG ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi konkret dalam upaya menciptakan generasi muda Solo yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Pemerintah Kota Surakarta bersama BGN akan terus memantau dan mengawal pelaksanaan program ini agar lebih optimal. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X