SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kampanye Satu Untuk Manusia yang digagas oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil menggelar kegiatan sosial yang bertujuan menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA).
Kampanye ini dilaksanakan pada Senin 23 Desember 2024, di Yayasan Lentera Surakarta dan melibatkan berbagai aktivitas edukasi, permainan, serta pendekatan sosial bersama ODHA/ADHA.
Kampanye yang mengusung tema "Penghapusan Stigma Negatif" ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk lebih peduli terhadap ODHA/ADHA.
Selain itu, kampanye ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk mengembangkan kreativitas mereka sambil menumbuhkan kepedulian terhadap isu HIV/AIDS.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama kampanye antara lain adalah edukasi tentang HIV/AIDS, permainan sehat ceria, dan berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan ODHA/ADHA.
Para mahasiswa UMS berusaha menyampaikan pesan tentang pentingnya menghilangkan rasa takut dan diskriminasi terhadap ODHA/ADHA dengan cara yang menyenangkan dan penuh keceriaan.
Hany, Ketua Kampanye Satu untuk Manusia, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kampanye ini bukan hanya untuk menghapus stigma negatif terhadap HIV/AIDS, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih inklusif dan merangkul ODHA/ADHA.
"Saya harap dengan adanya kampanye ini, teman-teman dari satu untuk manusia dan lainnya mampu saling merangkul ODHA/ADHA untuk hidup dengan baik dan mengajak mereka keluar bersosial tanpa ada rasa takut diasingkan," ujar Hany dengan semangat.
Sebagai bagian dari kampanye ini, para mahasiswa UMS juga bekerja sama dengan para tenaga medis dan konselor yang berkompeten dalam memberikan edukasi tentang HIV/AIDS.
-
Salah satunya adalah Rokhimatun, seorang Perawat Konselor di Rumah Sakit Penolong Kesengsaraan Umum (PKU) Muhammadiyah Surakarta, yang turut berpartisipasi dalam kampanye dengan memberikan penjelasan tentang penyebaran HIV dan cara pencegahannya.
Rokhimatun menjelaskan bahwa HIV dapat menyebar melalui beberapa saluran penularan, seperti kontak langsung dengan darah, penggunaan jarum suntik bersama, alat tindik atau tato yang tidak disterilisasi, serta penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.
"Bentuk dukungan terhadap orang yang terjangkit HIV salah satunya adalah dengan menyediakan obat-obatan di klinik visitasi. Di sana, para ODHA/ADHA dapat berkonsultasi langsung agar permasalahan mereka dapat ditindaklanjuti," tutur Rokhimatun.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa para ODHA harus mematuhi pengobatan seumur hidup dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang tersedia di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dan mengurangi risiko penularan ke orang lain.
Kampanye ini juga diharapkan dapat mempercepat perubahan pandangan masyarakat terhadap ODHA/ADHA. Masyarakat diharapkan untuk lebih peduli, tidak mengucilkan, dan mendukung upaya pencegahan dan perawatan HIV/AIDS.
Melalui kegiatan yang menyenangkan dan penuh informasi ini, para mahasiswa UMS berharap stigma negatif terhadap ODHA/ADHA dapat berkurang, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya perawatan serta dukungan terhadap ODHA/ADHA.
Selain itu, kampanye ini juga menjadi sarana bagi ODHA/ADHA untuk merasakan inklusi sosial dan menghilangkan perasaan terisolasi. Dengan memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi, bermain, dan berkreasi, diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat hidup bagi ODHA/ADHA. (Dinar Cahya Nurani/KS01)