Jumat, 12 Juni 2026

Bank Jateng Tour de Borobudur XXIV 2024: Sinergi Olahraga dan Promosi Wisata Jawa Tengah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 21:07 WIB
Bank Jateng Tour de Borobudur XXIV 2024: Sinergi Olahraga dan Promosi Wisata Jawa Tengah. (KlikSoloNews/dok)
Bank Jateng Tour de Borobudur XXIV 2024: Sinergi Olahraga dan Promosi Wisata Jawa Tengah. (KlikSoloNews/dok)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM – Sebanyak 400 pesepeda dari berbagai wilayah berpartisipasi dalam ajang tahunan Bank Jateng Tour de Borobudur (TdB) XXIV 2024.

Event ini menawarkan pengalaman bersepeda sejauh 129,58 km dengan suguhan pemandangan memukau kawasan perbukitan Menoreh, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ajang ini mengambil titik start dan finish di Museum dan Kampung Seni Borobudur (MKSB). Rutenya meliputi perjalanan melintasi Purworejo, Jawa Tengah, menuju Kulon Progo, DIY, hingga kembali ke Borobudur melalui Kalibawang.

Ketua Panitia TdB XXIV, Hendra Dharmanto, menegaskan bahwa pembatasan jumlah peserta menjadi prioritas demi keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

“Kami batasi peserta hingga 400 orang, menyesuaikan dengan kondisi medan yang cukup menantang. Ini juga untuk memastikan keselamatan dan kelancaran event,” ungkap Hendra, Sabtu 7 Desember 2024.

Selain menjadi ajang olahraga, TdB XXIV 2024 juga memadukan unsur budaya dan wisata kuliner. Rute yang ditempuh menyuguhkan pemberhentian di lokasi-lokasi strategis, seperti Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo.

“Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya di setiap titik pemberhentian. Misalnya, seni tari tradisional di Purworejo dan kuliner khas seperti clorot serta getuk,” ujar Hendra.

Pada garis finis, UMKM lokal turut berkontribusi dengan menghadirkan berbagai makanan khas untuk peserta dan pengunjung.

Medan Menantang, Penuh Keindahan

Medan yang dilalui para pesepeda dirancang tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga menghadirkan pemandangan yang mengesankan. Salah satu tantangan utama adalah tanjakan di kawasan Manglong, Salaman, sebelum memasuki wilayah datar di Purworejo.

“Peserta akan menghadapi kombinasi medan datar, menanjak, dan menurun. Ini menjadi ujian stamina sekaligus pengalaman tak terlupakan,” jelas Hendra.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, yang juga turut berpartisipasi sebagai peserta, mengapresiasi TdB XXIV sebagai langkah strategis dalam mempromosikan sport tourism.

“Tour de Borobudur adalah salah satu cara kami mempromosikan destinasi wisata unggulan Jawa Tengah, seperti Borobudur. Selain itu, kami juga memperkenalkan destinasi baru, seperti Pasar Seni Kujon,” tutur Sumarno.

Pasar Seni Kujon, yang menjadi titik start, kini dirancang sebagai kawasan wisata baru di Borobudur, dengan konsep relokasi pedagang untuk menciptakan suasana yang lebih tertata.

“Pasar Seni Kujon adalah wujud sinergi antara pariwisata dan pelestarian budaya. Kami harap, para peserta juga dapat menyebarluaskan informasi tentang keindahan tempat ini,” tambahnya.

Sumarno juga mengungkapkan bahwa rute TdB akan terus berinovasi untuk memperkenalkan berbagai destinasi di Jawa Tengah. Tahun ini, rute melintasi Purworejo, sementara di masa mendatang kemungkinan akan menjangkau Kebumen, yang telah ditetapkan UNESCO sebagai kawasan geopark.

“Kami ingin mengenalkan lebih banyak potensi wisata, tidak hanya kawasan cagar budaya, tetapi juga keindahan alam pedesaan, seperti persawahan dan pegunungan,” ujarnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X