Jumat, 12 Juni 2026

Teken Petisi, Puluhan Ribu Orang Desak Pemecatan Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 6 Desember 2024 | 15:06 WIB
Teken Petisi, Puluhan Ribu Orang Desak Pemecatan Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden. (KlikSoloNews/dok)
Teken Petisi, Puluhan Ribu Orang Desak Pemecatan Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Puluhan ribu orang menandatangani petisi yang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memecat Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Petisi tersebut dibuat pada Senin 4 Desember 2024, dan telah mendapatkan lebih dari 37.000 tanda tangan hingga Kamis 6 Desember 2024, sore.

Petisi ini muncul sebagai respons terhadap video yang memperlihatkan Miftah menghina dan mengolok-olok penjual es teh saat pengajian di Magelang yang viral di media sosial.

Tindakannya yang terus menuai kritik membuat sejumlah pihak, termasuk Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengingatkan Presiden Prabowo untuk meninjau kembali kinerja para menteri dan utusan khusus presiden.

“Kita sudah lihat di media sosial bahwa yang dilakukan itu memang benar dilakukan oleh yang bersangkutan (Miftah),” ungkap Dasco, menambahkan bahwa sikap merendahkan orang lain tidak sesuai dengan semangat persaudaraan yang harus dijaga dalam pemerintahan.

Selain video viral yang memperlihatkan Miftah mengolok-olok pedagang es teh, video-video lain yang memperlihatkan Miftah sering melontarkan candaan yang dianggap menyinggung orang lain juga mulai bermunculan.

Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah video yang menampilkan candaan kasar Miftah terhadap seniman senior Yati Pesek. Dalam video tersebut, Miftah dikritik karena candaan yang dianggap merendahkan dan tidak pantas untuk diucapkan oleh seorang tokoh agama atau pendakwah.

Sikap Miftah yang sering melontarkan ejekan dan sindiran tajam ini memicu reaksi keras dari publik. Warganet pun meminta agar ia meminta maaf secara terbuka, terlebih karena posisinya yang sangat berpengaruh sebagai Utusan Khusus Presiden.

Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pernyataan Miftah yang mengolok-olok pedagang kaki lima (PKL) dan perilaku serupa lainnya perlu dievaluasi. Ia berharap para pejabat negara bisa membangun Indonesia dengan semangat persaudaraan, dan tidak merendahkan orang lain.

“Istana sudah mengatakan bahwa jangan pernah melakukan hal itu, bahkan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” tegasnya dikutip dari laman MelihatIndonesia.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR, Budi Djiwandono, turut menyayangkan pernyataan Miftah yang dianggap tidak pantas. Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan pemecatan Miftah kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Gus Miftah telah menyampaikan permintaan maaf terkait tindakannya yang menyindir seorang pedagang es teh.

Dalam klarifikasinya, ia mengungkapkan bahwa dirinya terbiasa bercanda dengan siapa saja, namun tidak menyadari bahwa candaan tersebut menyinggung perasaan orang lain.

Kini, dengan munculnya petisi yang mendesak pemecatannya dan reaksi keras dari berbagai pihak, Miftah menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa ia masih layak memegang jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden.

Apakah Presiden Prabowo akan merespons desakan ini? Keputusan tersebut masih menunggu. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X