Sabtu, 13 Juni 2026

MAKJLEB! Hasto Sebut Keluarga Jokowi Bukan Lagi Bagian dari PDIP, Jokowi: Ya Berarti Partainya Perorangan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 5 Desember 2024 | 21:27 WIB
MAKJLEB! Hasto Sebut Keluarga Jokowi Bukan Lagi Bagian dari PDIP, Jokowi: Ya Berarti Partainya Perorangan. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
MAKJLEB! Hasto Sebut Keluarga Jokowi Bukan Lagi Bagian dari PDIP, Jokowi: Ya Berarti Partainya Perorangan. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan atas pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

Dalam keterangannya, Hasto menyebut bahwa Jokowi dan keluarganya tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan atau PDIP.

Jokowi pun dengan santai menanggapi pernyataan Hasto tersebut dengan jawaban menohok.

"Ya berarti partainya perorangan," ujar Jokowi singkat saat ditemui di Solo, Kamis 5 Desember 2024.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai maksud "partai perorangan" atau kemungkinan bergabung dengan partai politik lain di masa depan, Jokowi tetap menjawab dengan tenang. "Ya partainya jadi perorangan. Ya sudah itu," tegasnya.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pernyataan resmi di Kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu 4 Desember 2024.

Hasto menegaskan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi menjadi kader PDIP karena dinilai tidak sejalan dengan cita-cita partai yang diwariskan oleh pendiri bangsa, Ir Soekarno.

"Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," ujar Hasto.

Hasto juga mengkritik praktik politik yang dilakukan Jokowi, yang menurutnya bertentangan dengan nilai-nilai partai. Hal tersebut, lanjut Hasto, menyebabkan status keanggotaan Jokowi di PDIP gugur.

"Kami tidak akan mengorbankan nilai-nilai yang sudah dijaga selama ini. Praktik politik yang dilakukan oleh Jokowi dan keluarga justru menjadi pelajaran penting bagi kami dalam menegakkan disiplin partai," tambahnya.

Hasto mengungkapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V, PDIP meminta maaf kepada masyarakat atas adanya pemimpin yang dianggap berubah setelah mendapatkan kekuasaan.

"Pemimpin yang karena kekuasaan bisa mengubah cita-cita yang membentuknya adalah pelajaran besar bagi kami. Ini adalah pengingat bagi seluruh kader untuk tetap menjaga prinsip perjuangan," jelas Hasto.

Sebagai Presiden yang diusung PDIP sejak Pilpres 2014, Jokowi sebelumnya dikenal memiliki hubungan erat dengan partai berlambang banteng itu.

Namun, dinamika politik dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya jarak antara Jokowi dan PDIP, termasuk terkait perbedaan pandangan politik dan langkah-langkah strategis.

Respons santai Jokowi atas pernyataan Hasto semakin menguatkan spekulasi bahwa dirinya kini memilih jalur politik yang lebih independen.


Meski demikian, Jokowi belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah politiknya setelah masa jabatan presiden berakhir pada 2024.


Dengan situasi ini, hubungan antara Jokowi dan PDIP tampaknya memasuki babak baru, yang akan menjadi perhatian penting dalam lanskap politik Indonesia ke depan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X