Jumat, 12 Juni 2026

Laskar Sambernyawa di Zona Degradasi, Ribuan Suporter Persis Solo Desak Perubahan Total

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 4 Desember 2024 | 00:29 WIB
Laskar Sambernyawa di Zona Degradasi, Ribuan Suporter Persis Solo Desak Perubahan Total. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Laskar Sambernyawa di Zona Degradasi, Ribuan Suporter Persis Solo Desak Perubahan Total. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Ribuan suporter Persis Solo menggelar aksi protes besar-besaran di halaman parkir Stadion Manahan Solo pada Selasa 3 Desember 2024, malam.

Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2024/2025, saat Laskar Sambernyawa menghadapi Barito Putera yang berakhir dengan skor imbang 0-0.

Protes ini merupakan respons atas performa buruk Persis Solo yang terancam degradasi ke Liga 2 musim depan. Sebagai bentuk kekecewaan, para suporter memutuskan mengosongkan tribun stadion dan memilih berkumpul di luar untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Dalam aksi tersebut, suporter membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan kritik tajam terhadap manajemen klub. Beberapa di antaranya berbunyi, "Politik terus, balbalane Ra diurus #kaesang #persis_solo" dan "Love Persis Solo, Hate Management."

Koordinator suporter secara bergantian berorasi, menyampaikan tuntutan agar manajemen segera melakukan perbaikan di tubuh tim.

Mereka juga menyalakan flare sambil menyanyikan yel-yel dukungan untuk Persis Solo, meskipun aksi ini sempat memicu gesekan kecil dengan petugas keamanan.

Direktur Persis Solo, Alfonso Dompas, menemui massa aksi untuk meredam ketegangan dan memberikan respons atas tuntutan suporter.

Ia menyampaikan bahwa beberapa langkah perubahan telah diambil, termasuk pengunduran diri tiga sosok penting di manajemen dan staf tim, yakni asisten pelatih Yogie, Manajer Tim Chairul Basalamah, dan Direktur Bisnis Arizal Perdana Putra.

“Kami telah menyetujui tiga tuntutan utama suporter. Kami mohon agar dukungan tetap diberikan kepada tim, terutama kepada para pemain yang berjuang di lapangan,” ujar Alfonso.

Salah satu perwakilan suporter, Beto, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari rasa cinta terhadap Persis Solo. Menurutnya, kondisi tim yang terus terpuruk menjadi alasan utama suporter bergerak.

"Kami ingin ada perubahan, bukan hanya di tim, tetapi juga di manajemen. Perubahan pelatih mungkin jadi opsi, tapi itu bukan solusi jangka panjang karena masalah yang sama selalu berulang,” kata Beto.

Suporter berharap aksi ini menjadi momentum bagi manajemen Persis Solo untuk melakukan reformasi total. Selain itu, mereka menantikan peningkatan performa tim di laga-laga mendatang agar Laskar Sambernyawa dapat keluar dari zona degradasi.

Aksi ini menunjukkan betapa besarnya dukungan suporter kepada Persis Solo, namun juga menjadi pengingat bahwa mereka menginginkan perbaikan nyata demi masa depan klub yang lebih baik.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X