Jumat, 12 Juni 2026

Penembakan di Tengah Tawuran: IPW Desak Transparansi dari Polrestabes Semarang

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 26 November 2024 | 13:59 WIB
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. (KlikSoloNews/dok IIPW)
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. (KlikSoloNews/dok IIPW)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menyoroti insiden penembakan yang terjadi di Semarang pada Minggu 24 November 2024, dini hari, yang mengakibatkan seorang pelajar tewas.

Berdasarkan laporan yang diterima IPW, insiden ini bermula dari tawuran antara dua kelompok geng motor, yakni geng Seroja dan geng Pojok.

Peristiwa tersebut berlangsung di depan Kawasan Perumahan Paramount, Semarang Barat, sekitar pukul 01.00 WIB.

Seorang anggota polisi yang kebetulan berada di lokasi mencoba melerai keributan, namun malah menjadi sasaran serangan dari para pelaku tawuran. Dalam situasi genting tersebut, polisi terpaksa melepaskan tembakan.

Sugeng Teguh Santoso menjelaskan bahwa tindakan polisi untuk melumpuhkan dianggap wajar apabila pelaku membawa senjata tajam yang mengancam keselamatan nyawa orang lain, termasuk petugas.

"Penembakan bertujuan untuk melumpuhkan, terutama dalam situasi mendesak," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, tembakan tersebut diduga diarahkan ke bagian pinggang pelaku untuk menghindari risiko fatal, meskipun kondisi dinamis di lapangan dapat menyebabkan peluru mengenai area vital.

Selain korban meninggal, seorang anggota geng tawuran lainnya juga dilaporkan terluka akibat tembakan yang mengenai tangannya.

Sugeng menegaskan bahwa penembakan ini tidak dimaksudkan untuk membunuh, melainkan untuk menghentikan ancaman dalam situasi genting.

Dalam keterangannya, Sugeng meminta Polrestabes Semarang untuk menjalankan penyelidikan dan penyidikan secara transparan.

Hal ini penting untuk memastikan apakah tindakan penembakan tersebut sudah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

"Transparansi dalam penyelidikan penting untuk memastikan kebenaran dan mengungkap fakta-fakta di balik insiden ini," tegasnya.

IPW juga mendukung langkah kepolisian yang telah mengamankan anggota kedua kelompok geng motor yang terlibat dalam tawuran. Beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sugeng mengingatkan, insiden ini harus menjadi evaluasi bersama, baik bagi masyarakat maupun aparat penegak hukum, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

"Kita serahkan proses ini kepada penyidik untuk memastikan kebenarannya," pungkasnya.

Insiden ini memicu perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi titik tolak dalam upaya meningkatkan keamanan serta pencegahan konflik di kalangan anak muda. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X