SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Rumor pelatih Persis Solo, berikut ini profil Ong Kim Swee, juru taktik asal Malaysia yang mendapatkan julukan Mourinho Negeri Jiran.
Rumor tentang siapa pelatih anyar Persis Solo akhirnya semakin mengerucut. Setelah sempat dikaitkan dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, kini kabar terbaru menyebutkan bahwa klub Laskar Sambernyawa resmi menunjuk Ong Kim Swee sebagai pelatih kepala.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @rumorbola, yang menyebutkan bahwa pelatih asal Malaysia tersebut telah resmi bergabung dengan Persis Solo.
“Persis Solo resmi menunjuk pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, sebagai pelatih kepala,” demikian bunyi unggahan tersebut, Sabtu 23 November 2024.
Spekulasi ini semakin kuat setelah Ong Kim Swee baru saja berpisah dengan Sabah FC, klub Liga Malaysia yang dilatihnya sejak 2021.
Lalu siapa Ong Kim Swee? Bagi pecinta sepak bola di Asia Tenggara, nama pelatih berusia 53 tahun ini bisa dikatakan sudah tidak asing lagi.
Ong Kim Swee, seorang pelatih sepak bola asal Malaysia, memiliki perjalanan panjang dan penuh prestasi baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sosoknya dikenal sebagai salah satu juru taktik terbaik di Asia Tenggara, terutama atas kontribusinya dalam pengembangan sepak bola Malaysia di berbagai level.
Saking jeniusnya meracik sebuah tim, dia mendapatkan julukan Jose Mourinho Negeri Jiran.
Karier sebagai Pemain
Ong Kim Swee memulai karier sepak bola profesionalnya bersama timnas Olimpiade Malaysia 1992. Ia kemudian bermain untuk beberapa klub besar di Malaysia, seperti Malaka FA, Sarawak FA, dan Sabah FA.
-
Perjalanan kariernya sebagai pemain mencapai puncak ketika memperkuat Sabah FA, di mana ia berhasil memenangkan Piala FA Malaysia dan Liga Malaysia secara berturut-turut pada tahun 1995 dan 1996.
Awal Karier Kepelatihan
Usai gantung sepatu, Ong Kim Swee memulai kiprah sebagai pelatih dengan menangani klub pertamanya, Malaka FA, pada tahun 2004.
Namun, namanya semakin dikenal ketika dipercaya menjadi pelatih tim Harimau Muda, tim U-23 Malaysia yang bermain di Liga Perdana Malaysia, pada tahun 2009. Ia sukses membawa tim ini menjuarai kompetisi tersebut di musim yang sama.
Kalahkan Indonesia di SEA Games 2011
Ong Kim Swee kemudian dipercaya menangani timnas Malaysia U-23. Di bawah kepemimpinannya, tim ini mencapai berbagai prestasi gemilang, seperti: Medali Emas SEA Games 2011, mengalahkan Indonesia dalam babak final yang dramatis. Juara Piala Merdeka 2013, turnamen yang mempertemukan beberapa tim dari Asia dan luar Asia.
Keberhasilan ini menjadikannya salah satu pelatih yang sangat dihormati di Malaysia.
Menjadi Pelatih Timnas Senior Malaysia
Pada bulan September 2015, Ong Kim Swee diangkat sebagai pelatih sementara timnas senior Malaysia menggantikan Dollah Salleh, yang mengundurkan diri setelah rangkaian hasil buruk dalam kualifikasi Piala Dunia 2018.
Setelah menunjukkan performa positif, ia resmi ditunjuk sebagai pelatih tetap pada Januari 2016 dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Pengaruh Besar di Sepakbola Malaysia
Kiprah Ong Kim Swee tak hanya diukur dari gelar yang diraihnya, tetapi juga dari pengaruhnya dalam pengembangan pemain muda Malaysia.
Ia dikenal mampu membangun tim yang solid, menanamkan disiplin, dan memaksimalkan potensi pemain, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah sepakbola Malaysia.
-
Profil Ong Kim Swee:
Tempat & Tanggal Lahir
Malaka, Malaysia, 11 Desember 1970
Karier:
Pelatih Malaka FA (2004 - 2005)
Pelatih Harimau Muda A (2009 - 2014)
Pelatih Malaysia U-23 (2011 - 2015)
Pelatih Timnas Malaysia (2015)
Media Sosial:
Instagram: Ong Kim Swee @oks_rhinos
Kini, setelah meninggalkan Sabah FC pada akhir 2024, karier Ong Kim Swee masih menjadi perbincangan hangat.
Apakah ia akan kembali menangani tim besar atau bahkan membawa warna baru dalam kancah sepak bola di luar Malaysia, masih menjadi tanda tanya yang menarik untuk disimak.
Rumor berkembang, Ong Kim Swee segera merapat ke Bumi Sambernyawa melatih Persis Solo. Tim milik Kaesang Pangarep ini butuh sentuhan pelatih tangan dingin untuk meningkatkan performa di kompetisi Liga 1.
Laskar Sambernyawa kini terpuruk di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-16 dengan 7 poin. Tugas berat bagi Ong Kim Swee untuk mengangkat performa Rian Miziar dan kolega di sisa kompetisi Liga 1 2024/2025. (ks01)