JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Gencarkan pemberantasan judi online hingga akar rumput, Kemkomdigi melibatkan emak-emak sebagai garda terdepan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia terus memperkuat langkah untuk memberantas judi online dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat luas.
Dalam upaya terbaru, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh dan SMA 92 Jakarta di Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa 12 November 2024.
Kunjungan ini berfokus pada diskusi interaktif serta sosialisasi bahaya judi online, dengan menekankan pentingnya literasi digital untuk menjaga keamanan digital masyarakat.
Menteri Meutya menekankan bahwa peran keluarga, khususnya ibu, sangat penting dalam melindungi anak-anak dan remaja dari ancaman judi online.
"Alat pengawasan saja tidak cukup. Pengawasan yang paling efektif harus datang dari keluarga, terutama para ibu yang lebih peka terhadap situasi di rumah," ujar Meutya.
Melalui acara bertajuk Literasi Digital: Pencegahan dan Penanganan Judi Online di Lingkungan Masyarakat, ia menggarisbawahi bahwa kesadaran dan pengawasan keluarga merupakan kunci utama dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam jerat judi online.
Dalam dialog bersama ibu-ibu di RPTRA, Meutya mendengarkan secara langsung pengalaman dan keluhan mereka yang keluarganya terdampak judi online. Banyak ibu menyampaikan bahwa judi online membawa ketidakstabilan dalam keluarga mereka.
Beberapa mengaku menghadapi masalah ekonomi dan keharmonisan rumah tangga akibat anggota keluarga yang kecanduan judi online.
"Ini bukan sekadar masalah pribadi, tapi sudah menjadi masalah bangsa yang memerlukan tindakan serius dari pemerintah. Negara hadir mendengarkan keluhan masyarakat," tegas Meutya.
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko dan menjaga diri di ruang digital, Kemkomdigi berkomitmen memperluas Program Literasi Digital.
Program ini akan menyasar beragam lapisan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, pelajar, serta komunitas rentan lainnya.
Melalui pelatihan dan penyuluhan, Kemkomdigi bertujuan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan internet, menyadari bahaya judi online, dan menghindari jebakan pinjaman online ilegal.
Khusus untuk generasi muda, kunjungan Meutya ke SMA 92 Jakarta juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Program Tematik Academy.
Program ini mencakup pelatihan dasar keamanan siber bagi siswa, serta pelatihan khusus bagi guru agar dapat melindungi siswa dari jerat judi online dan ancaman digital lainnya.
"Generasi muda harus memiliki pemahaman kuat tentang keamanan digital agar terhindar dari kejahatan siber yang merugikan," ujar Meutya, menekankan pentingnya peran edukasi bagi para pelajar dalam menjaga keamanan diri mereka di ruang digital.
Langkah-langkah Kemkomdigi ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta.
Selain Inspektur Jenderal Kemkomdigi Arief Tri Hardiyanto, acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh Dirjen Aplikasi Informatika Hokky Situngkir, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Prabu Revolusi, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, dan Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.
Kemkomdigi berharap bahwa melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, lingkungan digital Indonesia dapat menjadi lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan tidak hanya mencegah judi online tetapi juga menciptakan kesadaran luas mengenai pentingnya literasi digital sebagai benteng utama melawan ancaman di dunia maya. (KS01)