BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Septian Raharjo alias Gus Raharjo menyoroti oknum kades di Boyolali, yang menggelar deklarasi pemenangan pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (pilkada) di balai desa setempat.
Dalam unggahannya, Gus Raharjo mengunggah video acara deklarasi dukungan untuk paslon Pilkada Boyolali dan Pilkada Jateng di Balai Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali.
Kades Tegalgiri, berinisial NG, memimpin deklarasi di balai desa untuk mendukung paslon Agus Irawan-Dwi Fajar Nirwana di Pilkada Boyolali, dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin untuk Pilkada Jateng.
"Saya manyarakat Tegalgiri, mendukung penuh Mas Agus Irawan sebagai Bupati Boyolali periode 2024-2029," bunyi narasi deklarasi yang terekam dalam video amatir yang diunggah Gus Raharjo di akun medsos Instagram dan X miliknya.
"Mendukung penuh Bapak Ahmad Luthfi sebagai gubernur Jateng periode 2024-2029. Menang, menang, menang," lanjut deklarasi tersebut.
Tak hanya itu, berdasar informasi Gus Raharjo terima, Kades Tegalgiri memperingatkan anak buah dan warganya, jika tim pemenangan yang sudah mengucapkan janji dan deklarasi tersebut goyah pendirian, maka dia yang akan menindaklanjuti sikap mereka dengan caranya sendiri.
"Dia (kades) menjadi layaknya preman dalam tindakan kecurangan ini, tak segan mengancam anak buah yang dia gandeng untuk melakukan kecurangan agar bersikap totalitas," tulis Gus Raharjo di media sosial X, Selasa 29 Oktober 2024.
"Seperti itu yang bikin gedeg dan miris, karena meracuni sistem demokrasi di Kabupaten Boyolali!" imbuhnya.
Namun menurut Gus Raharjo, masyarakat Boyolali sudah muak dengan tingkah laku oknum kades yang memaksa perangkat desa dan warganya untuk memenangkan paslon tersenut.
Gus Raharjo menyebut, masyarakat di desa tersebut ada yang berupaya memberontak dengan membuat peringatan dalam banner bekas bertuliskan, “Kami masyarakat tidak ingin jadi korban politik lurah2 yang bermasalah, untuk kepentingan Pilkada hanya demi selamat dari ANCAMAN HUKUM!!!”.
Pengerahan masyarakat oleh kades untuk mendukung paslon ini diduga merupakan tindak lanjut dari mobilisasi kades-kades yang telah berkonsolidasi untuk mendukung salah satu paslon.
“Nah kalo sudah ada buktinya gini, apa masih percaya kumpul-kumpul di hotel Semarang yang digrebek sama Bawaslu kemarin cuma sebatas acara silaturahmi saja?” ucap Gus Raharjo.
Oleh karenanya, Gus Raharjo meminta lembaga terkait untuk bertindak tegas terhadap oknum-oknum kades maupun lainnya, yang merusak demokrasi.
"Jadi siapa yang melindunginya, hingga dia percaya diri dan tidak takut akan kecurangan yang dia lakukan ini?" tanya Gus Raharjo.
Ketua Bawaslu Jateng, Muhammad Amin mengamini kasus dugaan pelanggaran pemilu di Boyolali tersebut tengah didalami.
"Baik, ini di Boyolali, sedang proses klarifikasi," jawab Amin saat dikonfirmasi, Rabu 30 Oktober 2024. (KS01)