Jumat, 12 Juni 2026

Polda Jateng Ungkap Kasus Penyebaran Konten Video Asusila Anak di Bawah Umur, Beromzet Rp12 Juta Perbulan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 23 Juli 2024 | 20:04 WIB
Polda Jateng Ungkap Kasus Penyebaran Konten Video Asusila Anak di Bawah Umur, Beromzet Rp12 Juta Perbulan. (KlikSoloNews/dok Humas Polda Jateng)
Polda Jateng Ungkap Kasus Penyebaran Konten Video Asusila Anak di Bawah Umur, Beromzet Rp12 Juta Perbulan. (KlikSoloNews/dok Humas Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Ditreskrimsus Polda Jateng mengungkap kasus penyebaran konten video asusila dengan korban anak di bawah umur.

Polisi berhasil mengamankan seorang tersangka bernisial RS (30) warga Kebumen. Pelaku ditangkap beserta sejumlah barang bukti terkait penyebaran konten-konten video asusila anak di bawah umur.

Keterangan tersebut disampaikan Dirreskrimsus Kombes Pol Dwi Subagio di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Jl Sukun Raya Banyumanik Kota Semarang, pada Selasa 23 Juli 2024, pagi.

Dwi Subagio menjelaskan penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan maraknya penyebaran video pornografi anak-anak.

"Laporan masyarakat kita tindak lanjuti dengan penelusuran di media sosial. Hasil penelusuran dari Tim Siber menemukan satu akun Facebook dengan nama 'Pemersatu Bangsa' dan mengarah pada pelaku berinisial RS," ungkap Dwi Subagio.

Pelaku RS menggunakan modus operandi dengan mengarahkan calon pembeli konten video asusila untuk bergabung menjadi anggota grup Telegram serta memberikan teknis pembayarannya.

Para calon member grup kemudian dibagi menjadi beberapa kategori sesuai kebutuhan calon pembeli, mulai dari Rp100 ribu untuk konten asusila pemeran dewasa hingga Rp300 ribu untuk konten asusila anak di bawah umur.

“Pelaku menjalankan aktivitas ini sejak tahun 2023, mendapatkan omzet dari penjualan konten video porno ini sebanyak Rp12 juta per bulan. Dia tidak punya pekerjaan lain, hanya mencari dan mendownload konten video asusila serta menyebarkannya,” jelasnya.

Pelaku RS mengaku telah melakukan penjualan konten pornografi sejak tahun 2023. Dia menyebutkan bahwa konten-konten pornografi yang dijual bukan hasil produksinya tetapi merupakan video unduhan dari internet.

“Saya awalnya melihat dari grup lain dan kemudian saya ikut-ikutan. Buat pendapatan makan sehari-hari. Sebulan bisa dapat Rp12 juta. Saya tiap hari download ambil di Telegram,” ucap RS.

Dirreskrimsus Polda Jateng mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan smartphone dan media sosial. Teknologi yang berkembang pesat hendaknya digunakan secara positif, seperti mendekatkan silaturahmi dan memudahkan komunikasi serta aktivitas sosial.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku RS kini meringkuk di sel tahanan Polda Jateng untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pasal 27 ayat 1 dan 45 ayat 1 serta UU tentang Pornografi Anak dengan pasal 4 ayat 1 dan pasal 29.

Ancaman pidana yang dihadapi minimal 6 bulan penjara dan maksimal 12 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X