"Seringkali saya mau ke warung-warung itu motor belum tak matikan itu saya sudah teriak 'tidak beli Mas di sini tidak laku' tapi saya punya keyakinan kualitasnya teh ini bagus. Nah itu saya berpegang teguh Teh Sepeda Balap ini harus bisa sukses dan banyak pengemar di Solo," ungkap Hartono.
Mengawali pemasaran produk Teh Sepeda Balap ini Hartono hanya berani memasuki di warung-warung siap saji seperti mie ayam, soto, dan angkringan.
"Sebelumya Sasaran awal saya itu di warung siap saji jadi saya belum berani masuk toko, sebenarnya teh sepeda balap sudah ada lama di solo tapi kan vakum juga lumayan lama jadi saya berani memasarkan hanya di warung siap saji saja seperti mi ayam, soto hingga angkringan," ungkapnya.
Hartono memiliki strategi jitu untuk membangun brand Teh Sepeda Balap di Solo Raya. Salah satunya adalah dengan selalu hadir di berbagai event, mulai dari skala kecil di RT hingga event besar seperti Grasstrack dan Motocross Championship di Solo.
Bahkan saat ini Hartono juga berhasil mengembangkan Teh Sepeda Balap ke berbagai daerah mulai dari Jogja, Solo, Semarang hingga ke Jawa Timur seperti Madiun, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo.
Ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan melibatkan artis lokal untuk menghibur para pedagang pasar. Hartono selalu menekankan pentingnya menjaga kualitas produk. Ia memastikan Teh Sepeda Balap yang dijualnya memiliki rasa original yang khas dan awet.
Selain itu, ia membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan event. Hal ini terbukti ampuh dalam menarik pelanggan dan membangun loyalitas brand.
"Ini tidak semata-mata hanya bisnis saja, tetapi juga nilai sosial untuk masyarakat," tutupnya. (KS02)