SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Nyalanesia mendorong Kota Solo menjadi kota literasi dunia dengan memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk menuangkan ide dan karyanya.
Nyalanesia, start up yang bergerak di bidang pengembangan literasi bertekad untuk mendorong Kota Solo menjadi kota literasi dunia yang dideklarasikan sejak tahun 2022.
Hal ini terbukti dari konsistensi Nyalanesia selama delapan tahun untuk terus memberikan ruang bagi guru dan siswa berkarya.
Nyalanesia juga kembali menyelenggarakan Festival Literasi Nasional 2024 di Hall Terminal Tirtonadi Solo, pada Sabtu 27 April 2024.
Festival ini merupakan pertemuan, pembelajaran, perayaan, dan penganugerahan bagi guru dan siswa yang telah mengikuti program-program dari Nyalanesia.
Mengusung tema "Indonesia Berkarya" Festival Literasi Nasional 2024 melibatkan 83.195 siswa dan guru dari seluruh Indonesia. Melalui program-program literasi dan pelatihan Nyalanesia, para siswa dan guru tersebut telah berhasil mendapatkan sertifikasi kompetensi dan menerbitkan beragam karya fiksi dan nonfiksi.
Pada tahun 2024 ini, Nyalanesia mentargetkan adanya penambahan dalam penerbitan buku dari pembelajaran literasi, yang sebelumnya 2023 sebanyak 83 ribu, pada tahun 2024 bisa menjadi 120 ribu dari siswa dan guru.
Untuk memenuhi target tersebut, Nyalanesia menjalin kerja sama dengan 16 Dinas Pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama sendiri berdurasi lima tahun dengan pembaruan kontrak persatu tahun.
"Total 16 se-Indonesia yang sudah tanda tangan kerjasama pelatihan literasi baca tulis, digital dan lain sebagainya. Setelah itu mereka akan didampingi menulis karya puisi, cerpen, artikel, siswa dan gurunya nanti diterbitkan menjadi buku," ucap CEO dan Founder Nyalanesia, Lenang Manggala.
Lenang juga menjelaskan alasan Solo belum bisa menjadi kota literasi dunia, karena dari sisi sekolah, nilai indeks belum dikatakan cukup. Dirinya mengatakan nilai yang sudah terlewati positif baru literasi baca tulis.
"Dari sisi sekolahnya itu kan, nilainya indeksnya belum cukup. Nah ini yang sudah terlewati positif itu yang literasinya untuk baca tulis. tetapi yang numerasi dan lain-lain masih cukup kurang. Itulah kenapa kami terus berhubungan dengan Dinas Pendidikan," kata Lenang Manggala.
Dalam puncak acara FLN 2024 ini, terdiri dari berbagai rangkaian acara, di antaranya ada sesi acara NyalaTalks bersama para pembicara dari tokoh nasional seperti Lenang Manggala (Founder Nyalanesia), Dr. Fahrudin Faiz (Pengampu Ngaji Filsafat), Agus Mulyadi (Penulis, Digital Storyteller), Dr. Meliyanti (Analis Kebijakan Ahli Madya, Direktorat Guru Pendidikan Dasar, Ditjen GTK, Kemendikbudristek), dan Yoshua Yanottama (Head of Learning Labs Cakap).
Direktur Program Nyalanesia, Khabib Bima Setiyawan, dalam sambutannya menyampaikan laporan dampak Nyalanesia selama 8 tahun berjalan, untuk pendidikan dan literasi di Indonesia.
“Karena dengan cara bergotong royong selama 8 tahun berjalan, kini di Nyalanesia lebih dari 350.000 pelajar, pendidik, dan masyarakat berkarya. Lebih dari 360.000 pelatihan literasi dan kompetensi diberikan. Lebih dari 5.000 karya buku berhasil diterbitkan.
Bermitra dengan lebih dari 3.800 sekolah, mitra instansi, forum dan perusahaan yang tersebar di 35 provinsi. Mengembangkan lebih dari 40 program literasi, dan Rp4,1 Miliar dana pemberdayaan disalurkan,” ujar Khabib.
Kemudian untuk mengapresiasi lebih dari 83.000 karya yang telah tercipta dari siswa dan guru, Festival Literasi Nasional 2024 menghadirkan sesi penganugerahan juara.
Penganugerahan juara tersebut meliputi Juara Kategori penulisan Puisi dan Cerpen untuk Siswa dan Guru Tingkat Nasional, Juara Video Tari Kreasi Terbaik Tingkat Nasional, Juara Sekolah Percontohan Literasi Nasional, Juara Konten Website Literasi Sekolah Nasional, Master Teacher Awards, Adi Acarya Awards, dan Sosialisator Program Literasi Nasional Terbaik tahun 2023. (KS01)