Kepala Desa Kalimanggis, Didik Agus Susilo, menyampaikan bahwa tradisi silaturahmi dan saling memaafkan menjadi ciri khas Idulfitri di desanya. Baik Muslim maupun non-Muslim saling berkunjung dan menikmati hidangan lezat yang telah disediakan.
“Warga tetap menyiapkan makanan dan menerima tamu dari saudara atau kerabat yang beragama muslim dan saling memaafkan atau malahan dari nonmuslim juga berkunjung untuk menyambut hari kemenangan dan bersama-sama bersilaturohmi, sambil sungkem kepada kerabat yang lebih tua (sepuh) karena lebaran untuk semua,” tuturnya.
Menurutnya, tradisi ini telah dilestarikan sejak lama dan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Kalimanggis. Idulfitri di desa ini menjadi momen untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antarwarga.
Kalimanggis: Bukti Nyata Toleransi dan Kerukunan
Perayaan Idulfitri di Desa Kalimanggis merupakan bukti nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Umat Muslim dan Buddha di desa ini hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati. Tradisi silaturahmi dan saling memaafkan menjadi pengikat persaudaraan dan memperkuat rasa persatuan di antara mereka.
Kisah Kalimanggis ini menjadi inspirasi untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, dan dapat membangun bangsa yang lebih harmonis dan sejahtera. (KS01)